Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pemerintah Siapkan Solusi Buka Blokir Telegram
Rabu, 19 Juli 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku sedang menyiapkan cara agar pemblokiran 11 DNS (Domain Name System) milik Telegram dibuka kembali di Indonesia.
"Kami sedang siapkan dasarnya secara detail agar operasional, kami sedang siapkan agar operasional dan kita akan mengatur SOP (Standard Operating Procedure) itu bukan hanya untuk website-nya karena (pemblokiran) kemarin kan untuk websitenya tapi sekarang juga (aturan) untuk aplikasinya," kata Rudiantara di Istana Presiden Jakarta, Selasa (18/7/2017).
[pilihan-redaksi]
SOP itu menurut Rudiantara akan diberlakukan secepatnya. "Begitu SOP-nya tersedia, langsung cepat juga dibuka," ungkap Rudiantara.
Sejak Jumat 14 Juli, pemerintah memblokir Telegram karena dianggap dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme. Kemkominfo telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk memutus akses terhadap 11 DNS Telegram.
CEO Telegram Pavel Durov kemudian menyurati Kemenkominfo agar membatalkan pemblokiran dengan menawarkan tiga pilihan langkah.
Pertama, Telegram memblokir semua saluran publik terkait teroris yang sebelumnya telah dilaporkan Kemenkominfo.
Kedua, meminta Kemenkomifno membuka saluran komunikasi langsung yang memungkinkan Telegram dapat bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda teroris di masa depan.
Ketiga, membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan dan budaya Indonesia untuk dapat memproses laporan konten yang berhubungan dengan teroris lebih cepat dan akurat.
"Pemerintah patokannya manfaat bagi masyarakat kalau masyarakat menginginkan dibuka secepatnya ya kami rapikan masalah koridor untuk penapisannya (penyaringannya), jadi akhirnya (Telegram) diperbolehkan tapi ada koridor penapisan, tidak bisa suka-suka dong," tambah Rudiantara.
Telegram dianggap tidak mengindahkan permintaan Kemenkominfo sejak Maret 2016 untuk menutup sejumlah akun yang terindikasi bermuatan radikal.
Contoh SOP yang ditawarkan Kemenkominfo misalnya self-cencoring atau penyaringan pribadi.
"Yang paling bagus adalah self-cencoring yang bisa dilakukan dengan script (bahasa pemograman) tertentu dan self-cencoring tidak bisa 100 persen, nanti kalau ada yang bocor-bocor ada komunikasi lagi, yang penting ada keinginan dari semua pihak untuk memitigasi agar memastikan kita tidak terpapar konten negatif, masyarakat juga senang," jelas Rudiantara.
Selain Telegram, Kemenkominfo juga berencana untuk melakukannya terhadap media sosial lainnya.
"Telegram kan sudah intensif nih, yang lain mulai minggu ini diundang lagi, artinya mereka sudah pernah diundang. Semua juga ada dimungkinkan untuk dimasuki terorisme," tambah Rudiantara.
Ia mengakui Telegram memang dinilai paling aman dalam berkomunikasi baik oleh masyarakat Indonesia maupun global.
"Mungkin karena masyarakat nasional maupun global melihat fitur yang paling secure adalah Telegram jadi banyak yang pakai Telegram. Kenapa di website yang dipakai karena website itu panjang, berhalaman-halaman bercerita, yang ikut banyak, jadi forum yang perfect karena kalau aplikasi kan terbatas. Makanya saya katakan pemerintah tidak punya intensi untuk melakukan penutupan tapi Ayo kita sama-sama melakukan penapisan," jelas Rudiantara.
Ia lalu berharap masyarakat menggunakan aplikasi mengobrol yang dibuat Indonesia. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1442 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1094 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 935 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 831 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026