Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pemilu Serentak 2014 Bisa Timbulkan Kegaduhan Politik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sidang uji materi UU No.42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang mulai digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), terus menimbulkan pro dan kontra. Ada yang berharap uji materi itu dikabulkan MK, ada yang tidak. Berbeda dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung yang mengambil jalan tengah. Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, pemilihan umum serentak baik pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres) tidak cocok diterapkan pada Pemilu 2014.
Sebab, Pramono khawatir jika MK memutuskan pemilu serentak diterapkan pada tahun ini, akan menimbulkan kegaduhan dan tensi politik semakin meninggi. Kalau ada keputusan berkaitan pilpres, lanjut dia, apakah dilaksanakan serentak atau tanpa ada batas parliamentary threshold, seyogyanya diputuskan untuk 2019.
"Persiapan Pemilu 2014 sudah sangat jauh, dan seluruh calon legislatif sudah memasuki masa sosialisasi. Sehingga jika pemilu serentak diterapkan 2014 akan menambah persoalan baru. Apalagi terakhir-terakhir ini bangsa kita sedang disibukkan dengan bencana," tandas Pram, panggilan akrabnya.
Sedangkan kalau pemilu diundur pada Juli 2014, maka persaingan berkaitan dengan pemilihan presiden akan terjadi. Para caleg yang sekarang ini sudah turun ke lapangan yang mungkin untuk biaya hidupnya saja sudah susah, kalau mundur bulan Juli akan sangat berdampak.
Pram menyarankan MK belajar dari pengalaman putusan judicial review Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif. Hasil dari keputusannya menyebabkan apa yang dirasakan pada Pemilu 2009. "Banyak wajah baru yang tidak mempunyai pengalaman di bidang legislasi, peristiwa korupsi semakin menjadi," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Yusril menggugat pasal 3 ayat 4, pasal 9, pasal 14 ayat 2, dan pasal 112 UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.
Pakar hukum tata negara yang juga pengacara ini meminta MK memutuskan pemilu legislatif pilpres dilaksanakan serentak. Setiap partai politik yang telah dinyatakan sebagai peserta pemilu berhak mengusulkan pasangan capres dan cawapres sebelum pileg dilaksanakan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan