Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pemkab Buleleng Anggarkan Jembatan Permanen Banyuasri 2026
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memastikan akan membangun jembatan permanen menuju Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming) di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Anggaran pembangunan telah dimasukkan ke dalam RAPBD 2026.
Langkah ini dilakukan setelah jembatan bailey yang sebelumnya digunakan untuk akses pertanian ditarik kembali oleh Kodam IX/Udayana melalui Dandim 1609/Buleleng. Jembatan darurat itu dipindahkan ke Kabupaten Nagekeo, NTT, untuk mendukung penanganan pasca banjir bandang.
“Sangat dibutuhkan di Kabupaten Nagekeo, NTT. Pasca banjir bandang yang melanda dan merusak hingga terisolir transportasinya,” jelas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kamis (2/10/2025).
Menurut Bupati Sutjidra, meski jembatan darurat ditarik, akses menuju kawasan pertanian terpadu tidak akan dibiarkan terhambat. Pemkab sudah merancang pembangunan jembatan permanen sepanjang 33 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi hampir dua meter pada tahun 2026.
“Sudah dimasukkan dalam RAPBD 2026. Tinggal menunggu persetujuan legislatif,” katanya.
Sutjidra menegaskan kawasan pertanian terpadu Banyuasri tetap akan dikembangkan. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi laboratorium pertanian Pemkab Buleleng, sekaligus area percontohan untuk berbagai komoditas unggulan.
“Pengembangan akan terus dilakukan dan ditata dengan bagus,” ujarnya.
Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini menambahkan, lahan di kawasan tersebut sangat subur dan cocok untuk berbagai komoditas. Percontohan akan diberikan di lokasi sebelum hasilnya diperluas ke petani.
"Nanti dipakai untuk beberapa komoditas pertanian Kabupaten Buleleng, nanti di sana diberikan percontohan, baru kemudian bisa disebarluaskan ke petani-petani atau dikembangkan," ungkap Sutjidra.
Dengan pembangunan jembatan permanen ini, diharapkan akses menuju kawasan pertanian terpadu lebih lancar sekaligus memperkuat pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan