Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Pemkab Buleleng Ganti 12 Ton Beras yang Sebelumnya Dianggap Tidak Layak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 12 ton beras bantuan sembako untuk warga Desa Bondalem yang saat ini sedang menjalani karantina desa terkait penanganan Covid-19 diganti sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Saat ini beras dari Perum BULOG yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi oleh warga Desa Bondalem, sudah diganti dengan beras yang memiliki kualitas lebih baik dan layak untuk dikonsumsi.
[pilihan-redaksi]
Saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng melalui video conference dengan awak media pada Jumat (8/5), Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengungkapkan Pemkab Buleleng akan tetap mengupayakan untuk kesejahteraan masyarakatnya walaupun dalam situasi pandemi seperti saat ini.
Salah satunya yakni permintaan dari warga Desa Bondalem yang sedang menjalani karantina desa terkait dengan beberapa ton beras yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi sudah diganti. Ia menyadari bahwa beras dengan jumlah yang cukup banyak tentu beberapa diantaranya tidak menutup kemungkinan kualitasnya kurang baik.
“Selama 14 hari masa karantina desa, tidak ada pengurangan bantuan untuk warga yang terdampak, kami selalu berupaya untuk memenuhi apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, I Gede Sandhiyasa, S.Sos.,M.Si saat ditemui diruang kerjanya. Terkait dengan beras yang dinilai kurang layak dikonsumsi tersebut, pihaknya langsung melakukan pendekatan terhadap Perum BULOG. Alhasil sebanyak 12 ton tersebut sudah diganti sepenuhnya, dan langsung didistribusikan ke Desa Bondalem. Selain dilakukan pengecekan terhadap fisik beras, pihak Dinsos Buleleng juga melakukan pengecekan dengan cara dimasak langsung.
“Pagi tadi pihak kami bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng terjun langsung ke Gudang BULOG Tangguwisia Kecamatan Seririt untuk melakukan pengecekan kualitas beras, setelah dimasak menjadi nasi, dinyatakan layak untuk dikonsumsi sehingga langsung didistribusikan,” jelasnya.
Sementara itu, usai menerima penggantian beras sebanyak 12 ton tersebut, Perbekel Desa Bondalem Drs. Ec. Ngurah Sadu Adnyana mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Buleleng atas respon cepat yang dilakukan terkait dengan penggantian beras tersebut. Dalam kesempatan tersebut ia juga berkesempatan mencoba beras yang sudah dimasak menjadi nasi. Hasilnya beras yang kini dibagikan memang betul-betul memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
“Kami sudah melakukan pengemasan dan sudah dibagikan kepada salah satu dusun, dan pengemasan masih terus dilakukan untuk dibagikan kepada dusun lainnya yang mengembalikan beras. Kami harap mereka dapat menerima dengan baik dan dapat menjalankan karantina sesuai protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4315 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1461 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 889 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 782 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun