Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Pemkab Tabanan Gelar Upacara Ngaben Tikus
Tabanan
Kamis, 16 Juli 2009,
20:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Prosesi upacara ngaben tikus (mreteka merana-red) yang digelar Pemkab Tabanan bersama Sabanthara Pekaseh Tabanan dipusatkan di Pura Puseh Beha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Sebelum upacara puncak, (17/7) besok, hari ini digelar upacara ngeringkes sekitar 112.670 ekor tikus yang berhasil dibatai dari seluruh subak di Kabupaten Tabanan. Dari ribuan tikus itu terdiri berbagai jenis dan warna diantaranya ada tikus warna merah, kuning, hitam, dan loreng yang dijadikan
simbul manca warna.
Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita itu dipuput oleh dua sulinggih, Menurut I Wayan Pasek Arimbawa selaku ketua Shabantar Pekaseh Tabanan upacara mreteka merana ini bertujuan untuk mengembalikan seluruh hama yang merusak ke Panca Maha Butha dan menyeimbangkan unsur Tri Hita Karana bawha sejak beberapa musim tanam, padi maupun tanaman kakao milik petani banyak diserang hama tikus sehingga menyebakan gagal panen.
Berbagai upaya dilakukan baik skala niskala termasuk nedungan Ida Cokorda Anglurah Tabanan,. Namun hama tikus semakin mengganas. Terkait hal tersebut dikoordinir Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Tabanan seluruh subak di Tabanan menggelar pengeropyokan. Hasilnya, sebanyak 112.670 ekor tikus berhasil ditangkap dan dipreteka dalam prosesi Mereteka Merana.
Dikatakannya upacara ini didasari pada babad Arya Tabanan, Babad Dukuh Jumpungan dan Lontar Sri Purana Tatwa serta lontar Darma Pemaculan. Selain dihadiri krama subak se Tabanan, upacara ngeringkes itu juga dihadiri Bupati Tabanan
N Adi Wiryatama dan wakil ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. (nod)
Sebelum upacara puncak, (17/7) besok, hari ini digelar upacara ngeringkes sekitar 112.670 ekor tikus yang berhasil dibatai dari seluruh subak di Kabupaten Tabanan. Dari ribuan tikus itu terdiri berbagai jenis dan warna diantaranya ada tikus warna merah, kuning, hitam, dan loreng yang dijadikan
simbul manca warna.
Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita itu dipuput oleh dua sulinggih, Menurut I Wayan Pasek Arimbawa selaku ketua Shabantar Pekaseh Tabanan upacara mreteka merana ini bertujuan untuk mengembalikan seluruh hama yang merusak ke Panca Maha Butha dan menyeimbangkan unsur Tri Hita Karana bawha sejak beberapa musim tanam, padi maupun tanaman kakao milik petani banyak diserang hama tikus sehingga menyebakan gagal panen.
Berbagai upaya dilakukan baik skala niskala termasuk nedungan Ida Cokorda Anglurah Tabanan,. Namun hama tikus semakin mengganas. Terkait hal tersebut dikoordinir Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Tabanan seluruh subak di Tabanan menggelar pengeropyokan. Hasilnya, sebanyak 112.670 ekor tikus berhasil ditangkap dan dipreteka dalam prosesi Mereteka Merana.
Dikatakannya upacara ini didasari pada babad Arya Tabanan, Babad Dukuh Jumpungan dan Lontar Sri Purana Tatwa serta lontar Darma Pemaculan. Selain dihadiri krama subak se Tabanan, upacara ngeringkes itu juga dihadiri Bupati Tabanan
N Adi Wiryatama dan wakil ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. (nod)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1370 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1045 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 887 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 786 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026