Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Pemotor Ugal-Ugalan Yang Viral di Medsos Minta Maaf
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 13 tahun yang aksi ugal-ugalan-nya di jalan raya sempat viral di media sosial (medsos) meminta maaf. Permintaan maaf disampaikan saat memenuhi panggilan Polresta Denpasar pada Jumat (1/2) yang didampingi orangtuanya dan pengacaranya.
Menurut Pengacara pelajar SMP 13 tahun tersebut, Darma Negara, pihak keluarga mohon maaf sebesar-besarnya atas kenakalan dilakukan anaknya. “Kami datang ke Polresta ini bertemu dengan Wakapolresta Denpasar untuk melakukan mediasi. Kami selaku mendampingi keluarga meminta maaf. Klien kami sudah dibina dan berjanji tidak melakukan hal serupa,” kata Darma Negara
Ia tidak menampik, adanya kurang pembinaan dan pengawasan dari orangtuanya. Bahkan keluarga tidak pernah mengijinkan mengendarai motor dan mobil.“Untuk kerusakan spion mobil, klien kami mohon maaf juga dan kepada semua pihak yang dirugikan. Kami akan ganti rugi,” jelasnya.
Ditambahkannya, Kenakalan ini dilatarbelakangi keinginan yang bersangkutan menggantikan polisi dalam hal penegakan hukum, tapi caranya yang salah. Maksudnya jadi penegak hukum jalanan karena banyak terjadi pelanggaran lalu lintas."Mungkin dia membandingkan di luar negeri dengan Indonesia. Dia melakukan tidakan sendiri, seharusnya melapor ke polisi,” ujarnya.
Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana mengatakan, beredarnya video pelaku di medsos karena yang bersangkutan sebenarnya ingin merekam pelanggaran di jalan raya. Namun karena yang bersangkutan masih di bawah umur, sehingga tidak sadar melakukan pelanggaran.
“Pertama yang bersangkutan belum layak mengendarai kendaraan karena masih di bawah umur sehingga belum punya SIM. Kedua, dia mengambil jalur tengah dan memukul spion mobil sehingga merugikan pemilik mobil,” tegas Artana.
Setelah video itu viral di medsos, Satlantas Polresta Denpasar langsung melacaknya. Orangtua yang bersangkutan juga menghubungi pihak kepolisian dan sekolah karena ketakutan keselamatan anaknya. “Di Medsos banyak komen-komen negatif sehingga membuat keluarga ketakutan. Bahkan minta pengamanan,” kata Artana.
Peristiwa itu terjadi di jalan raya menuju sekolahnya di seputaran Ubung, Denpasar. "Dalam pertemuan, pihak orangtua dan sekolah sepakat melakukan pengawasan," pungkasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8495 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5839 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3661 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2490 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar