Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Penerapan Prokes Harus di Semua Lini
BERITABALI.COM, BULELENG.
Disiplin protokol kesehatan harus semua lini, dimulai dari lingkungan keluarga, perkantoran dan area publik diterapkan ditengah adaptasi kebiasaan baru menghadapi pandemi Covid-19.
Di lingkungan keluarga, juga sangat penting itu untuk menjaga kesehatan. Jika ada yang sakit, wajib memakai masker. Begitupun diperkantoran sama halnya penerapan seperti di keluarga. bahkan harus lebih ketat.
“Jika ada orang bertamu harus pakai masker, apalagi kalau ada kegiatan adat dan agama, wajib pakai masker. Ini harus didorong terus tidak boleh berhenti untuk menyosialisasikan, sehingga perubahan perilaku ini membudaya,” tegas Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng, Gede Suyasa, Selasa (9/12).
Suyasa juga mengakui bahwa masih sulit merubah prilaku masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan. Namun begitu, sosialisasi harus terus dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Selain itu. Pemerintah juga rutin membagikan masker kepada masyarakat, serta melkaukan beragam upaya komunikasi sosial dengan berbagai pihak supaya ikut berkontribusi untuk mencegah penularan COVID-19.
“Harus setiap hari disampaikan oleh semua pihak, bahwa 3 M ini penting sekalipun di rumah tangga,” jelas Suyasa. (NOV).
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4230 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1445 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 765 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun