Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Penerapan Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penerapan protokol kesehatan harus menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat sehingga penyebaran Covid-19 bisa diputus.
Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa menjelaskan sejumlah pihak bisa menjadi agen perubahan prilaku ditengah Pandemi Covid-19. Artinya, kesadaran masing-masing personal harus tinggi hingga semua bisa aman dari penularan.
“Artinya saat pandemi harus ada banyak perilaku di kita, dari yang sebelumnya tidak menerapkan 3M, sekarang menjadi pola pembudayaan. Nah untuk bisa dibudayakan harus diedukasi, harus ada banyak stakeholder yang bisa melakukan ini,” ujarnya.
Suyasa mencontohkan, gerakan pramuka yang diwajibkan menjadi agen perubahan prilaku punya kewajiban untuk ikut berperan memutus mata rantai penularan Covid-19.
Dimanapaun keberadaan insan pramuka, maka harus mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Itu bagian dari tugas sebagai agen perubahan prilaku.
“Penanaman mengedukasi, mensosialisasi, mendekati terus dilakukan dan pramuka diharapkan tampil juga disitu. Makin banyak yang terlibat, itu akan semakin baik,” tegas Suyasa yang juga Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Buleleng. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4244 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 767 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun