Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Pengawas Diknas Buleleng Dilaporkan ke Polisi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Oknum pengawas pada Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng terpaksa berurusan dengan polisi, setelah Senin (21/1) pagi dilaporkan mengambil secara paksa atau melakukan perampasan anak dari tangan ibunya di tempat permainan Hardys Singaraja.
Perbuatan oknum Pengawas pada Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Ketut Mendra di lokasi permainan anak-anak di lantai empat Hardys Singaraja kontan membuat kaget sejumlah pengunjung. Bersama Komang Susila Ardika, Luh Semining dan Putu Nuraga mengambil paksa Putu Febrian dari tangan ibunya Emi Rubiyanti.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief mengungkapkan, pelaku Ketut Mendra yang Mantan Kepala SMA Negeri 2 Singaraja nekat mengambil paksa cucunya dari tangan menantunya sendiri.“Dibantu oleh tiga pelaku lainnya, korban Emi Rubiyanti dipegang sehingga tidak bisa menyelamatkan Putu Febrian dan langsung dibawa kabur pelaku,“ ungkapnya.
“Motif pengambilan paksa seorang anak dari tangan ibunya itu masih dalam penyelidikan dan penyidikan polisi. Sementara, tiga pelaku lainnya Komang Susila Ardika, Luh Semining dan Putu Nuraga bisa dijerat sebagai tersangka, lantaran ikut membantu aksi yang dilakukan Ketut Mendra,“ papar Khaidar Latief.
Emi Rubiyanti yang tidak lain dari menantu pelaku Ketut Mendra sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan mertuanya itu. Apalagi sang mertua selaku mantan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng menerapkan praktek penculikan dengan mengambil paksa cucunya sendiri.
“Saya tidak rela anak saya diambil paksa seperti itu,“ ungkapnya dihadapan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, PPA Sat Reskrim Polres Buleleng.
Sementara dari informasi pihak keluarga pelaku menyebutkan, Emi Rubiyanti ditinggal suaminya bekerja pada perusahaan Kapal Pesiar di luar negeri. Lantaran tidak akur dengan mertua dan berpindah kepercayaan, pihak keluarga merasa keberatan dan takut Putu Febrian yang masih berumur tiga tahun itu dibawa kabur oleh Emi Rubiyanti, sehingga para pelaku nekat mengambil paksa Putu Febrian dari tangan ibunya. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3907 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3064 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2098 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun