Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Pengelola Cafe di Buleleng Dibriefing
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pengelola cafe di Buleleng hari ini dikumpulkan dan dibriefing di Mapolres Buleleng. Tindakan ini dilakukan karena kafe diduga menjadi biang atau sumber keributan dan kerap memunculkan tindak kriminal.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Arya Damar Mapolres Buleleng, Senin (27/7), para pemilik dan pengelola cafe diingatkan untuk memenuhi aturan main terkait keberadaan cafe yang cenderung beroperasi tanpa ijin dan buka hingga pagi hari.
"Pertemuan ini sebagai langkah koordinasi atas keberadaan cafe-cafe yang cenderung menyalahi aturan yang ada, selain itu ada sejumlah cafe yang belum memiliki ijin dan beroperasi hingga pagi hari," ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. I Made Sudirsa.
Pertemuan dengan mengumpulkan para pemilik dan pengelola cafe tersebut dilakukan sebagai langkah pembinaan awal," cafe-cafe cenderung terindikasi sebagai tempat yang negatif dan rawan tindakan kriminalitas, sehingga upaya yang kita lakukan ini sebagai pola pembinaan," ujar Sudirsa.
Setelah mengumpulkan dan membriefing sejumlah pemilik dan pengelola cafe, polisi selanjutnya akan melakukan operasi penertiban langsung ke cafe-cafe secara berkala, termasuk melakukan pengecekan ijin operasional cafe. (sas)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 821 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 749 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 595 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 388 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 337 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun