Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pengrajin Bata Tulikup Mengeluh Tidak Kebagian Proyek
Pembangunan Gencar di Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pembangunan besar-besaran yang dilakukan di Gianyar tidak dirasakan oleh pengerajin bata di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Bata mereka malah tidak laku dan tidak dipakai membangun proyek besar.
Pengerajin bata Tulikup, I Nyoman Sukara, sangat menyayangkan pemerintah yang sedang gencar membangun, yakni membangun rumah sakit, pasar, dan lainnya, sama sekali tidak ada yang menggunakan bata Tulikup.
“Stok bata kami sangat banyak, bahkan sampai ada yang lumutan karena tidak ada yang beli,” keluh Sukara yang juga Bendesa Tulikup Kelod, Senin (21/2).
Sukara mengaku, pengerajin bata hanya jadi penonton saat ada pembangunan di Kabupaten Gianyar yang sangat gencar.
“Pembangunan gencar, tapi tidak gunakan bahan lokal. Bagaimana dikatakan ikut memperdayakan produk lokal, kalau material yang digunakan justru dari daerah lain,” ujarnya geleng-geleng.
Dia berharap produk bata Tulikup bisa mendapatkan tempat. Setidaknya untuk pembangunan di kantor pemerintah atau gedung di Gianyar.
Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, yang sempat mengecek produksi bata Tulikup ikut mendorong supaya masyarakat menggunakan bata Tulikup.
“Sekarang kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.
Sejumlah proses dilalui dalam membuat batangan bata. Mulai pemilihan tanah, hingga pembakaran sampai tiga hari.
“Karena prosesnya itu, saya yakin kualitas bata Tulikup sangat bagus, terutama untuk pembangunan kantor dan rumah tinggal yang menggunakan ornamen Bali, apalagi untuk pembangunan tempat suci,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4114 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1409 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun