Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pengrajin Bata Tulikup Mengeluh Tidak Kebagian Proyek
Pembangunan Gencar di Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pembangunan besar-besaran yang dilakukan di Gianyar tidak dirasakan oleh pengerajin bata di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Bata mereka malah tidak laku dan tidak dipakai membangun proyek besar.
Pengerajin bata Tulikup, I Nyoman Sukara, sangat menyayangkan pemerintah yang sedang gencar membangun, yakni membangun rumah sakit, pasar, dan lainnya, sama sekali tidak ada yang menggunakan bata Tulikup.
“Stok bata kami sangat banyak, bahkan sampai ada yang lumutan karena tidak ada yang beli,” keluh Sukara yang juga Bendesa Tulikup Kelod, Senin (21/2).
Sukara mengaku, pengerajin bata hanya jadi penonton saat ada pembangunan di Kabupaten Gianyar yang sangat gencar.
“Pembangunan gencar, tapi tidak gunakan bahan lokal. Bagaimana dikatakan ikut memperdayakan produk lokal, kalau material yang digunakan justru dari daerah lain,” ujarnya geleng-geleng.
Dia berharap produk bata Tulikup bisa mendapatkan tempat. Setidaknya untuk pembangunan di kantor pemerintah atau gedung di Gianyar.
Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, yang sempat mengecek produksi bata Tulikup ikut mendorong supaya masyarakat menggunakan bata Tulikup.
“Sekarang kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.
Sejumlah proses dilalui dalam membuat batangan bata. Mulai pemilihan tanah, hingga pembakaran sampai tiga hari.
“Karena prosesnya itu, saya yakin kualitas bata Tulikup sangat bagus, terutama untuk pembangunan kantor dan rumah tinggal yang menggunakan ornamen Bali, apalagi untuk pembangunan tempat suci,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 585 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 460 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan