Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Pengrajin Ukir Kayu Difabel Kreasikan Pot Anggrek dari Kulit Kelapa
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengrajin ukiran kayu dan pot anggrek dari bahan kulit kelapa I Komang Wiantara (44) biasa dipanggil Komang Toris Banjar Baluk Dua, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana menggeluti usahanya sejak 25 tahun lalu setelah mengalami kecelakaan sepeda motor tahun 1997.
Kecelakaan itu mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi di bawah lutut dan harus menggunakan kaki palsu seumur hidup. Komang menceritakan, sebelum menjadi pengrajin, usaha apapun pernah dilakoninya seperti menjadi buruh serabutan. Namun sejak tragedi kecelakaan dan kaki kirinya harus diamputasi, maka ia fokus di usaha ini.
Dengan modal nekat dan semangat dari sang istri serta keuletannya, Komang Toris tetap berusaha Walau menggunakan kaki palsu di kaki kiri.
"Bakat yang dimiliki mengukir dari sanggah, bale Bali (Bale Sari), loket ukir, pintu Bali, pintu gebyog (jenis pintu stil Jepara) dan kerajinan pot anggrek dari bahan kulit kepala. Semua jenis pengerjaan ini dilakukan sendiri dan juga termasuk pengecatan menggunakan mediasi Prada. Bahkan pengerjaan merajan itu dikerjakan bersama sang istri," ujarnya.
Selain istri, yang menjadi penyemangat usahanya adalah untuk menghidupi 5 anaknya dimana anak pertama laki-laki sudah menikah dan yang paling kecil perempuan masih usia 4 tahun. Meski harus diamputasi kakinya, ia sadar dan tetap bangkit berusaha demi keluarganya.
Saat Pandemi Covid-19, diakuinya berdampak pada sedikitnya pesanan ukiran. Tetapi, ia justru tak menyerah namun tetap kreatif dan berinovasi dengan membuat kerajinan pot anggrek. Hasilnya ternyata cukup lumayan.
Untuk pengerjaan dalam satu hari, ia bisa mengerjakan sepuluh pot dan siap diantar khususnya untuk wilayah Kabupaten Jembrana. Harga yang ditawarkannya pun relatif murah dan terjangkau.
"Harapan pengrajin yang menyandang disabilitas seperti saya adalah peran pemerintah sangatlah penting. Dimana hasil kerajinannya justru bisa diorbitkan. Bahkan bisa membantu permodalan yang tepat dengan sistem pola koperasi bagi para disabilitas. Agar tidak tertipu oleh para tengkulak yang menjanjikan modal tapi justru menjerumuskan," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 496 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 341 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan