Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Penguburan Dadong Bege Ditunda Lagi
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Guna menempuh jalan damai terkait selisih paham antar dua banjar di Ubud dan mengakibatkan tertundanya proses penguburan mayat salah seorang warganya, sebuah dialog pun digelar.
Dalam dialog yang difasilitasi pemkab setempat tersebut, kedua belah pihak sama-sama merasa benar yang pada ujungnya tak menghasilkan solusi terkait perselisihan itu.
Demikian terungkap ketika pihak pemerintah setempat yang diwakili Kesbanglinmas Gianyar, Assisten III Pemkab Gianyar, Ida Bagus Rai melakukan pertemuan dengan pihak prajuru adat Padangtegal, Ubud dengan prajuru Pengosekan, Mas, Ubud.
Pertemuan yang digelar di kantor Bupati tersebut terkait masalah proses penguburan mayat warga Buluk Babi, Jumat (7/12). Namun dalam dialog tersebut, kedua belah pihak terlihat sama-sama ngotot dan berpegang teguh dengan keyakinannya. Alhasil, pertemuan itu pun tak membuahkan solusi.
“Kami belum mendapatkan kesepakatan apa-apa, besok (hari ini, red) rapat lagi,“ jelas Bendesa Adat Pengosekan, Dewa Mantra.
Terus bagaimana dengan mayat Dadong Bege yang sudah tiga hari berada dirumah duka? Ditanya seperti itu, dirinya mengaku tak bisa berbuat banyak sebelum adanya kesepakatan antar kedua belah pihak.
Sebelumnya, warga Pengosekan turun ke jalan dan membangun blokade jalan raya Pengosekan dari batang pohon. Aksi itu dipicu lantaran perselisihan warga Pengosekan dengan warga Buluk Babi terkait masalah lokasi penguburan Dadong Bege. (art)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 746 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik