Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Penguburan Kembar Dijaga Ketat Aparat
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasca bentrok antara banjar Semana, Singakerta, Ubud dengan Banjar Ambengan, Sayan, Ubud, dalam merebutkan kuburan. Minggu (19/10) penguburan warga Semana dijaga ketat oleh aparat kepolisian Gianyar.
Penguburan I Nyoman Kembar (42) asal Banjar Ambengan, Sayan, Ubud berlangsung aman dan lancar. Tidak ada bentrok ataupun keributan lainnya dalam penguburan yang dilakukan pada hari Minggu sekitar pukul 12.45 Wita.
Seperti diketahui, sebanyak dua pleton Dalmas Polres Gianyar dikerahkan untuk menjaga keamanan penguburan. “Tak ada masalah, sudah saya katakan kuburan itu milik kami dan kami berhak mengubur. Soal keterlambatan mengubur, karena kami ada upacara,“ kata I Made Jelih, Kelian Dinas Semana ketika dimintai keterangannya.
Sambung Jelih, pihaknya berharap besar kedepan suasana di daerah kondusif, tak ada lagi pertentangan. “Kami ingin damai–damai saja, namun ingat apa yang menjadi hak kami harus kami tuntut,“ ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres Gianyar, AKBP I Nyoman Astawa beserta jajaran lainnya ikut turun tangan. Bahkan, pria ini bersama pasukannya ikut berjaga-jaga di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. “Terpenting kondusif, mudah–mudahan hal ini berlanjut terus,“ ujarnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3096 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2060 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun