Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Penumpang Sudah Beritahu Kebocoran KMP Munawar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
KMP Munawar Ferry tenggelam diduga karena mengalami kebocoran.Berdasarkan informasi dari sejumlah penumpang yang selamat, KMP Munawar Ferry sudah diketahui mengalami kebocoran sejak berangkat sekitar pukul 02.00 Wita.
"Penumpang sudah memberitahu petugas kapal tentang kebocoran itu, tapi tidak ada tanggapan yang berarti," ujar M. Arawana, relawan Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) NTB. Pukul 03.45 Wita, air laut memenuhi bagian dek kapal. Pukul 04.00 Wita, KMP Munawar Ferry benar-benar tenggelam. Sebelum tenggelam ke dasar laut, sekitar 90 persen penumpangnya berhasil diselamatkan. Dievakuasi oleh KMP Marina Kuintan yang sedang lewat di lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan terdiri atas unsur Basarnas, TNI, Polri, RAPI NTB dan masyarakat setempat, masih sibuk mencari penumpang yang tenggelam. Penumpang diperkirakan berjumlah 150 orang. Tiga jenazah berhasil ditemukan.
Kapal Ferry KM Munawar dari pelabuhan Kayangan Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/1/2014) dini hari sekitar pukul 02.45 Wita, tenggelam. Tiga penumpang tewas dalam kejadian ini.
Tenggelamnya angkutan penyeberangan itu disaat perairan sedang tenang, tidak ada gelombang laut yang mengkhawatirkan. Usman (31), warga Lombok yang menjadi salah satu korban, mendapat perawatan kesehatan di Pelabuhan Pototano. Dia selamat dari musibah ini.
Menurut dia, saat penyeberangan tidak ada ombak. Tapi, sekitar 15 mil dari Pelabuhan Kayangan, dirasakannya kapal sudah tidak stabil, miring ke kanan. "Tidak ada ombak. Tapi kapalnya miring, dan jalan terus sampai ratusan meter," ungkapnya dengan nada gugup. Dia mengatakan kapal sempat berhenti tetapi tiba-tiba mati lampu dan kemudian kapal terbalik ke kanan. Anehnya, tidak ada keterangan atau peringatan apapun dari anak buah kapal (ABK). ABK hanya mengatakan kapal dalam kondisi baik. Padahal, korban saat itu kapal sudah semakin miring. "Tenang pak, bu. Kapal baik-baik saja," tutur Usman mengutip kalimat ABK kepada penumpang.
Tapi penumpang panik dengan kondisi kapal yang makin miring. Mereka mengambil alat pelampung tanpa ada petunjuk atau arahan apapun dari ABK. "Saya ngambil pelampung dan lompat, baru beberapa menit datang penyelamat," ucapnya.
Korban selamat dievakuasi ke Pelabuhan Pototano:
Abdul Kadir (60), Lab Lombok
Jonson Dapapoda (23), Lab. Lombok
Nova windani (8), Taliwang Sehat
Alwi Ahmad (35), ) Bima
Nyoman Sukarta (33), Cakra Negara
Jamiluddin (35), Taliwang
Martinus Wate (26), Sumba Barat
Yulida (26), Sumba Barat
Raden (23), Sumba Barat
Agustinus Dapanoda (27), Sumba Barat
Nadia (9), Taliwang
Andi (52), Aik Mel
Korban Meninggal:
Riska (11), warga Telaga Bertong Taliwang, dievakuasi ke Pelabuahan Pototano, Nurliansyah (40), warga Desa Kuang Taliwang, dievakuasi ke Pelabuahan Pototano, Muhsin, warga Taliwang dievakuasi ke Pelabuahan Kayangan Lombok.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik