Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Perang Puputan Untuk Narkoba
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sudah tidak terhitung nyawa melayang lantaran menjadi korban penggunaan narkoba. Untuk tidak menambah korban sia-sia lantaran mengkonsumsi narkoba, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Jembrana yang dimotori ketuanya I Putu Artha berancang-ancang untuk menggelar Gebyar Penyuluhan Narkoba (GPN) yang menyasar kalangan remaja dan generasi muda.
Artha ketika ditemui di sela-sela rapat persiapan GPN, Jumat (8/5) mengungkapkan GPN tahun 2009 ini merupakan salah satu upaya Badan Narkotika Propinsi (BNP) Bali untuk menekan sekecil-kecilnya penggunaan narkoba di Bali. “Kami menyatakan perang puputan dengan narkoba,†tandas Artha.
Imbuh Artha, GPN ini akan digelar 12 Mei mendatang yang rencananya akan melibatkan ribuan pemuda dan pelajar se Jembrana. â€Selain diisi dengan materi-materi yang terkait dengan narkoba, acara tersebut juga dimeriahkan dengan hiburan, baik musik maupun lawak,†imbuhnya.
Menurut Artha, penyuluhan seperti ini perlu terus dilakukan untuk menyebarluaskan informasi bahaya narkoba di masyarakat khususnya di lingkungan keluarga. “Saya himbau masyarakat Jembrana untuk berperan secara aktif dalam memerangi peredaran dan penggunaan narkoba sehingga Jembrana terbebas dari peredaran dan penggunaan narkoba,†harapnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3095 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun