Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Perayaan Waisak di Gianyar Berlangsung Sederhana
Blahbatuh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan umat Budha di Gianyar Bali, hari ini, mengikuti persembahyangan hari raya Waisak tahun 2553. Peringatan dimulai sejak pagi hari dengan cara yang sederhana.
Perayaan hari Waisak di Gianyar dipusatkan di Wihara Amurwa Bhumi di Blahbatuh Gianyar. Sejak pagi hari, ratusan umat Budha dari Kabupaten Gianyar dan sekitarnya datang ke wihara yang berdiri kokoh di atas sebuah lembah ini.
Perayaan hari raya Waisak di wihara ini diawali dengan prosesi Paradaksina, yakni mengelilingi halaman wihara sebanyak tiga kali, yang diikuti oleh ratusan umat Budha. prosesi ini bertujuan untuk memohon keselamatan serta kesehatan kepada Sang Budha.
Usai mengikuti prosesi Paradaksina, ratusan umat Budha di wihara kemudian menjalani prosesi Darmasila atau persiapan doa dan meditasi. Setelah siap, semua umat yang datang kemudian berdoa bersama merayakan detik-detik hari Tri Suci Waisak.
“Pada hari Waisak, kita umat Budha memperingati tiga peristiwa suci sekaligus yakni haru lahirnya Sang Budha, saat Sang Budha mendapatkan pencerahan, dan saat Budha kembali ke asal atau Pari Nirbana,” jelas Made Sanjaya, pendeta wihara Amurwa Bhumi.
Selain berdoa di dalam bangunan wihara, umat Budha yang datang ke wihara Amurwa Bhumi ini juga berdoa di sekitar pohon bodi wihara, pohon yang disucikan umat Budha.“Di hari raya Waisak ini, umat Budha berdoa agar seluruh mahluk hidup di dunia diberi berkah, kedamaian, dan kebahagiaan,” ujar Sanjaya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 277 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 195 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 179 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun