Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Perbekel Sidetapa Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya KD, Keluarga Segera Tempuh Jalur Hukum
beritabali/ist/Perbekel Sidetapa Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya KD, Keluarga Segera Tempuh Jalur Hukum.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, memastikan akan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tewasnya warganya, KD, yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, kepada aparat penegak hukum.
Pihak keluarga juga berencana menempuh jalur hukum setelah masa berkabung selesai. Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan jenazah KD telah dimakamkan di Setra Desa Sidetapa pada Sabtu (25/7/2026). Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan ketiga anaknya.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Anak bungsu korban yang masih duduk di bangku kelas I SD menangis histeris saat mengantarkan sang ayah ke peristirahatan terakhir. Momen tersebut viral di media sosial dan mengundang simpati dari masyarakat.
Sutama menjelaskan, hingga kini keluarga belum membuat laporan resmi kepada kepolisian karena masih menjalani masa berkabung. Namun, pihak keluarga dipastikan akan segera melaporkan perkara tersebut setelah seluruh rangkaian upacara selesai.
"Masih suasana berduka, kemungkinan setelah tiga hari baru akan ditindaklanjuti oleh keluarga. Kami ingin persoalan ini diserahkan kepada penegak hukum," katanya.
Ia menegaskan bahwa setiap tindak pidana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan sehingga tidak ada alasan untuk melakukan aksi main hakim sendiri, termasuk terhadap seseorang yang diduga melakukan pencurian.
"Kalau orang mencuri ada pasalnya yang mengatur, kalau orang membunuh juga ada pasalnya yang mengatur. Harapan kami ke depan, kalau ada kejadian seperti ini, serahkan saja kepada penegak hukum. Jangan sampai ada tindakan yang terlalu sadis terhadap siapa pun," tegasnya.
Pemerintah Desa Sidetapa bersama keluarga korban juga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan.
"Yang jelas kami dari pihak keluarga dan desa berharap pelakunya ditangkap. Soal pasal dan hukumannya, itu menjadi kewenangan penegak hukum," imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
KD diduga tepergok mencuri seekor ayam aduan milik warga. Dugaan tersebut memicu kemarahan massa yang mengaku resah akibat maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut.
Korban kemudian diduga menjadi sasaran pengeroyokan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sepeda motor yang digunakannya juga dilaporkan dibakar massa sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan