Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Pilgub Bali 2018: Pemilih Diprediksi Hanya di Kalangan Pragmatis dan Tradisional
Minggu, 24 Juni 2018,
17:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Partisipasi pemilih pada Pilgub 2018 mendatang diprediksi hanya akan diisi oleh cenderung pemilih yang tergolong tradisional dan pragmatis, sedangkan upaya KPU dan Timses masing-masing Cagub dalam menyentuh pemilih pemula atau generasi milenial tidak maksimal.
[pilihan-redaksi]
Drs. I Nyoman Wiratmaja M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa menjelaskan pemilih tradisional jelas mereka yang merupakan loyalis partai atau daerah yang menjadi basis partai. Sedangkan pemilih pragmatis atas dasar kompensasi yang mereka dapatkan setelah memilih.
Drs. I Nyoman Wiratmaja M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa menjelaskan pemilih tradisional jelas mereka yang merupakan loyalis partai atau daerah yang menjadi basis partai. Sedangkan pemilih pragmatis atas dasar kompensasi yang mereka dapatkan setelah memilih.
Dikatakan meski banyak pemilih yang rasional, tetapi pada prakteknya banyak yang memilih karena pendukung atau loyalis partai dan mereka yang pragmatis memilih untuk bisa dicalonkan partainya dalam pemilihan legistatif. "Kalau tidak memilih ya bisa diancam tidak menjadi caleg pada Pileg mendatang," tandasnya belum lama ini.
[pilihan-redaksi2]
Alih-alih menyentuh untuk mengedukasi pemilih pemula di sekolah atau kampus, kata dia justru intensitas debat yang hanya dilaksanakan KPU selama tiga kali dan pastinya hanya diikuti teriak pendukung masing-masing calon semakin tidak mengena di masyarakat. Di satu sisi, pendekatan dengan menjajal konser musik pun dinilai hampa karena nasib Bali kedepan tergantung dari visi dan misi calon Gubernur, bukan dengan jenis selera musik.
Alih-alih menyentuh untuk mengedukasi pemilih pemula di sekolah atau kampus, kata dia justru intensitas debat yang hanya dilaksanakan KPU selama tiga kali dan pastinya hanya diikuti teriak pendukung masing-masing calon semakin tidak mengena di masyarakat. Di satu sisi, pendekatan dengan menjajal konser musik pun dinilai hampa karena nasib Bali kedepan tergantung dari visi dan misi calon Gubernur, bukan dengan jenis selera musik.
"Seharusnya sekolah atau kampus tiap minggu gelar nonton bareng bersama debat Pilgub supaya betul-betul mengetahui apa yang dilakukan masing-masing cagub kedepan, bukannya nonton bola bareng saja," ungkapnya.
Ia memprakirakan kondisi periode Pilgub yang lalu akan kembali terjadi dengan menang secara tipis tetapi minim pemilih pemula dengan tingkat partipasi pemilih yang hampir sama di angka 70%. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8478 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5828 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3653 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2481 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026