Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Pisang Goreng Raih Hidangan Penutup Nomor 1 di Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kuliner Indonesia, pisang goreng mendunia setelah menduduki peringkat nomor 1 sebagai hidangan penutup atau dessert terfavorit dunia.
Hal ini diketahui dari unggahan akun Instagram dari @tasteatlas yang memberikan daftar peringkat makanan favorit dunia. Dalam peringkatnya terlihat bendera Indonesia berada di nomor 1 dengan pisang gorengnya. Terdapat total 50 daftar dessert favorit dari berbagai belahan dunia dengan berbagai makanan andalannya.
Berikut ulasan pisang goreng Indonesia duduki peringkat nomor 1 dunia yang Liputan6.com kutip dari @tasteatlas, Kamis (16/2/2023).
Mengutip dari unggahan akun @tasteatlas terlihat bahwa pisang goreng Indonesia menduduki peringkat nomor satu dengan rating 4.60. Dalam keterangan Instagramnya tersebut, disebutkan bahwa makanan penutup, kudapan atau dessert ini menjadi favorit di seluruh dunia.
Saat makanan Indonesia menjadi favorit di seluruh dunia, tentunya patut berbangga. Apalagi pisang sangat mudah sekali ditemukan dan memang kerap menjadi aneka olahan untuk berbagai menu.
Paling mudah adalah dengan menggorengnya untuk menjadi kudapan dalam menemani minum teh atau bersantai saat menonton televisi. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1846 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun