Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bulfest 2026 Dibagi Tiga Zona, Usung Konsep Tempo Dulu

Selasa, 11 Agustus 2026, 20:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bulfest 2026 Dibagi Tiga Zona, Usung Konsep Tempo Dulu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Buleleng Festival (Bulfest) 2026 menghadirkan konsep baru dengan membagi area panggung menjadi tiga zona. Salah satu yang berbeda tahun ini yakni pembukaan Zona C di simpang Catus Pata Buleleng yang khusus digunakan untuk pementasan seni dan budaya.

Asisten I Setda Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan persiapan Bulfest 2026 kini telah mencapai sekitar 95 persen. Rundown acara juga telah ditetapkan dan mendapat persetujuan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Festival dijadwalkan mulai berlangsung pada Selasa (18/8/2026).

“Persiapan Bulfest sudah kurang lebih 95 persen. Sejak Senin kemarin, sudah mulai loading barang untuk pemasangan panggung dan tenda untuk UMKM," ujar Ariadi ditemui usai rapat persiapan Bulfest, Selasa (11/8).

Pembagian zona menjadi salah satu konsep utama dalam pelaksanaan Bulfest tahun ini. Zona A yang berada di Tugu Singa Ambara Raja akan menjadi panggung utama dengan mengusung konsep tempo dulu. Konsep tersebut diangkat untuk mengenalkan kembali suasana Buleleng pada masa lalu kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara Zona B mengusung konsep modern kreatif. Zona tersebut berada di kawasan Gedung DPRD Buleleng dan ruang terbuka hijau Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Sedangkan Zona C di Catus Pata diperuntukkan bagi kegiatan seni dan budaya.

“Kalau di Catus Pata ini masuk Zona C, yaitu budaya. Nanti ada pementasan terkait seni budaya, ada wayang, bondres, sekeha gong yang berhubungan dengan budaya Bali,” kata Ariadi.

Penggunaan Catus Pata sebagai lokasi pementasan seni budaya menjadi perubahan dari pelaksanaan Bulfest sebelumnya yang memanfaatkan Sasana Budaya.

Menurut Ariadi, pemindahan lokasi tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari para seniman. Lokasi sebelumnya dinilai cenderung sepi dan memiliki ruang yang lebih sempit.

Dengan pemanfaatan Catus Pata, pementasan seni dan budaya diharapkan dapat lebih mudah diakses masyarakat selama pelaksanaan Bulfest 2026.

Selain persiapan panggung dan kegiatan festival, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyiapkan pengaturan lalu lintas selama Bulfest berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, mengatakan sekitar 100 personel akan diterjunkan dan ditempatkan di 10 simpang jalan.

Personel tersebut bertugas mengatur arus lalu lintas, memberikan edukasi kepada pengguna jalan, serta membantu pengawalan apabila terdapat kondisi darurat, termasuk akses menuju rumah sakit.

Gunawan menambahkan, penataan kantong parkir juga telah dikoordinasikan dengan Desa Adat Buleleng. Petugas parkir dan pecalang yang ditunjuk desa adat nantinya tidak hanya bertugas menarik retribusi, tetapi juga membantu mengatur dan menjaga kelancaran lalu lintas selama Bulfest berlangsung.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami