Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Pj Bupati Ingin Ada Edukasi Empat Aplikasi Baru ke Masyarakat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana meluncurkan empat inovasi aplikasi pelayanan publik strategis di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Lihadnyana ingin ada edukasi ke masyarakat terkait pemanfaatan dari keempat aplikasi tersebut.
Peluncuran dilakukan dalam acara Soft Launching di Buleleng Command Center, Gedung Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng, Sabtu (23/11/2024).
Keempat aplikasi tersebut adalah Sistem Terintegrasi Pelayanan Gawat Darurat (SI TRI DATU) RSUD Buleleng, Sistem Navigasi Akses Pemanfaatan Layanan dan Informasi Terintegrasi (SINGA PINTER) Dinas Kominfosanti Buleleng, Sinergitas Revitalisasi Inovatif Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif (SRIKANDI BULELENG) Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Buleleng, serta Merajut Rantai Pangan (JUNTAI PANGAN) Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng.
Pj Bupati Lihadnyana dalam pengarahannya menjelaskan aplikasi ini pada hakikatnya adalah sebuah alat atau sarana yang harus ada umpan baliknya. Bukan hanya bagi pemberi pelayanan saja, melainkan yang dilayani atau masyarakat paham terhadap aplikasi dan pemanfaatannya. Sehingga, setiap aplikasi yang merupakan sebuah inovasi khususnya peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) diharapkan ada substansi edukasi kepada masyarakat yang dilayani.
“Karena banyak sekali ada aplikasi tetapi masyarakat tidak paham terhadap pemanfaatan aplikasi tersebut. Contohnya aplikasi di bidang transaksi keuangan elektronik. Banyak yang dilayani atau masyarakat belum paham terhadap hal tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan arahan dari Presiden RI, diminta untuk menyederhanakan aplikasi yang jumlahnya sudah banyak. Banyaknya aplikasi ini bisa saja menghambat pelayanan itu sendiri karena masyarakat belum paham dan juga tidak efisien dalam pemanfaatannya. Oleh karena itu, saat ini sudah dilakukan integrasi beberapa aplikasi pelayanan publik di Kabupaten Buleleng. Integrasi saja belum cukup sehingga diperlukan edukasi kepada masyarakat.
“Saat ini sudah ada 12 aplikasi yang diintegrasikan sehingga masyarakat bisa lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkannya. Namun, ini saja belum cukup. Sekali lagi, perlu ada edukasi terkait pemanfaatannya kepada masyarakat,” ujar Lihadnyana.
Terkait dengan integrasi aplikasi, Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan dalam laporannya menyebutkan bahwa saat ini ada 44 aplikasi di lingkup Pemkab Buleleng. Dengan jumlah tersebut, masih menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan secara efisien. Oleh karena itu, pihaknya membuat aplikasi SINGA PINTER untuk mengintegrasikannya.
Sistem ini bertujuan untuk untuk menyatukan semua jenis layanan dan informasi serta memudahkan navigasi masyarakat dalam mengakses layanan dan membantu pengambilan keputusan yang lebih baik di tingkat pemerintah daerah.
“Dari target tiga aplikasi yang diintegrasikan pada jangka pendek, sampai dengan saat ini sudah ada 12 aplikasi yang sudah terintegrasikan, dan sisanya kita targetkan bisa diintegrasikan sesegera mungkin,” sebut dia.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 480 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 324 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan