Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
PKL Dan Ojek Gelar Long March
Gilimanuk
Rabu, 22 Juli 2009,
18:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya ratusan pedagang kali lima (PKL) dan tukang ojek tetap ngotot untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka menggunakan setiap moment untuk mengadu kepada setiap pejabat yang mampir di Pelabuhan Gilimanuk, termasuk isu kedatangan Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal.
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5970 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026