Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
PKL Dan Ojek Gelar Long March
Gilimanuk
Rabu, 22 Juli 2009,
18:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya ratusan pedagang kali lima (PKL) dan tukang ojek tetap ngotot untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka menggunakan setiap moment untuk mengadu kepada setiap pejabat yang mampir di Pelabuhan Gilimanuk, termasuk isu kedatangan Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal.
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 795 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026