Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Pokdarwis Gumbrih Kembangkan Wisata Kuliner dan Paket Bermain ATV
Optimalkan Potensi Desa
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Desa Gumbrih Pekutatan memiliki ragam potensi yang layak dijadikan destinasi wisata unik dan menarik. Secara geografis, desa yang terletak disebelah timur Jembrana ini, mulai berbenah kearah desa wisata.
[pilihan-redaksi]
Salah satunya melalui ide kreatif yang digagas Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Sarga Nitya Gumbrih. Saat ini mulai digarap adalah warung kuliner serta jasa penyewaan motor ATV.
Berdiri sejak 2018, pokdarwis Sarga Nitya mendirikan warung wisata kuliner yang bernama Warung Segara Madu. Sesuai dengan namanya, warung ini terletak ditepi pantai Gumbrih yang indah. Pengunjung bisa menikmati pemandangan pantai, sambil menikmati berbagai menu yang ditawarkan.
Diantaranya nasi khas Bali, ayam goreng, nasi goreng serta ikan laut. Tak hanya itu , pengunjung juga ditawarkan menikmati keindahan alam khas pedesaan dengan mengendarai motor ATV. Banyak trek menarik dan menantang, menawarkan sensasi petualangan sekaligus pemandangan indah.
Saat melintas dengan motor ATV, pengunjung bisa menikmati pemandangan desa, kebun cokelat, sawah, sungai serta medan yang menantang adrenaline.
"Kami sudah siapkan track kering, dan basah yang bisa dipilih," kata I Nyoman Melastika, Ketua Pokdarwis Sarga Nitya, saat opening Warung Madu Segara sabtu (15/2).
Dijelaskannya, ide Pokdarwis mendirikan warung kuliner dan penyewaan ATV ini berawal dari kayanya desa Gumbrih akan potensi wisata. Sebelumnya, di Gumbrih sudah ada pabrik cokelat, kebun tani Sukadame, Bali Reftil serta kelompok jukung Tirta Lestari.
"Kami tinggal mensinergikan dengan obyek-obyek yang sudah ada itu. Pengunjung warung bisa juga kita ajak ketempat –tempat tersebut. Jadi saling menguntungkan,“ terang Melastika.
Dengan anggota sejumlah 12 orang, Pokdarwis yang dipimpinnya tetap membutuhkan perhatian pemerintah. Utamanya soal infrastruktur pendukung, fasilitas umum hingga penataan masing-masing destinasi. Untuk permodalan juga sudah dibantu pemerintah desa Gumbrih sendiri melalui Bumdes.
“Warung kuliner kami saat ini sudah memiliki 4 kendaraan ATV serta dilengkapi fasilitas WIFI gratis. Kedepan kita ingin warung ini lebih representatif, dengan penambahan sejumlah gasibu, karena saat baru tersedia dua. Termasuk tambahan armada ATV,“ ujarnya.
Sementara Wabup Kembang Hartawan ,didampingi Camat Pekutatan I Wayan Yudana, disela opening warung, mengapresiasi semangat serta kerja keras pokdarwis. Ia memberikan dukungan penuh apa yang akan dilakukan oleh Pokdarwis setempat, serta memberikan motivasi tetap konsisten dan senantiasa kreatif. Usaha pokdarwis ini juga dinilainya besar manfaatnya, khususnya warga desa setempat.
“Saya apreasiasi semangat pokdarwis yang mau menggali potensi desa. Namun harus konsisten dan terus kreatif menyediakan paket-paket wisata. Misalnya, untuk ATV bisa dibuatkan dua paket , track pendek atau panjang. Jadi pengunjung ada pilihan,“ sebut Kembang.
Atas semangat pokdarwis, Wabup Kembang mengaku siap memfasilitasi. Dari sisi bisnis, Ia juga mendorong pengelola aktif menjalin kerja sama dengan agen-agen pariwisata.
“Saya ucapkan selamat atas opening ini. Sekali lagi harus rutin dan konsisten , karena ini dikelola berbanyak. Kemauan yang kuat akan menghasilkan sesuatu yang hebat,“ tutupnya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4182 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1432 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 871 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 757 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun