Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Polisi Buru Pelaku Pembuang Orok di Kedonganan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penyelidikan kasus pembuangan orok bayi di dalam tas di seputaran Gang Pesraman V nomor 5, Kedonganan, Tuban, Kuta, pada Senin 1 Desember 2025 sekira pukul 20.30 WITA, hingga kini belum menunjukkan titik terang.
Pelaku yang diduga kuat merupakan ibu kandung bayi tersebut masih dalam pengejaran aparat kepolisian Polsek Kuta.
Hingga saat ini, polisi terus mengumpulkan petunjuk dan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku. Sementara itu, jasad bayi perempuan tersebut dititipkan di RSUP Prof IGN Ngoerah, Sanglah, Denpasar, untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Claudia Meiranda Kathleen (21). Warga asal Sleman, Yogyakarta itu menemukan jasad bayi yang masih memiliki tali pusar di dalam sebuah tas biru bertuliskan “Indomaret”. Bayi tersebut bahkan nyaris menjadi santapan anjing.
Awalnya, Claudia melihat seekor anjing menggigit tas tersebut. Merasa curiga, ia kemudian mengusir anjing tersebut dan memeriksa isi tas. Betapa terkejutnya saksi ketika mengetahui tas itu berisi jasad bayi. Penemuan tersebut pun segera dilaporkan kepada warga sekitar untuk diteruskan ke aparat kepolisian.
Kapolsek Kuta, Kompol Komang Agus Riwayanto Diputra, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum berhasil mengidentifikasi pelaku pembuangan orok tersebut. Dari hasil pengecekan awal, polisi menemukan jasad bayi perempuan dalam kondisi masih terdapat tali pusat dan plasenta.
"Saat ini belum ditemukan indikasi tanda kekerasan secara kasat mata, namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik dari rumah sakit,” ungkap Kapolsek Agus.
Ia menambahkan, penyelidikan terus dilakukan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, memintai keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan di Denpasar dan Badung guna melacak kemungkinan adanya perempuan yang baru saja melahirkan.
"Kami sudah ajukan Visum Et Revertum kepada rumah sakit. Kami meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk membantu dengan melapor ke pihak kepolisian. Identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya,” tegas Kapolsek.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4711 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2519 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2156 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1778 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1204 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun