Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 25 Juni 2026
Terungkap, Orang Tua Bayi di Sangsit Masih Berstatus Pelajar SMA
BERITABALI.COM, BULELENG.
Identitas terduga pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.
Orang tua dari bayi tersebut diketahui masih berstatus pelajar SMA dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng.
Kapolsek Sawan, AKP Kadek Robin Yohana saat dikonfirmasi Minggu (11/5), membenarkan pihaknya telah mengamankan dua remaja di bawah umur yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Ibu dari bayi perempuan itu diketahui berinisial Luh Putu M. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, remaja tersebut mengaku melahirkan di kamar mandi pada Jumat (9/5) sekitar pukul 20.00 Wita.
Saat proses persalinan berlangsung, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut disebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah itu, Luh Putu M mengaku mengubur jasad bayinya sekitar pukul 21.00 Wita di sebelah selatan Pura Surelepang, Desa Sangsit.
Dalam pemeriksaan polisi, Luh Putu M juga mengaku memiliki kekasih berinisial Kadek AP yang diduga merupakan ayah biologis bayi tersebut.
"Kadek AP ini juga masih di bawah umur. Mereka sekolah di SMA yang sama," ungkap AKP Robin.
Meski identitas kedua remaja itu telah dikantongi polisi, hingga kini keduanya belum dilakukan penahanan karena masih berstatus anak di bawah umur.
Namun demikian, proses hukum dan pemeriksaan tetap berjalan dan kini ditangani Unit PPA Polres Buleleng.
"Sementara kasusnya ditangani Unit PPA Polres, karena pelakunya masih di bawah umur," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun