Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Polisi: Nyengkrut Memang Hendak Tembak Monyet
Penembakan Dikira Monyet
Jumat, 27 Januari 2017,
14:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peristiwa penembakan mati Wayan Suarca (54) oleh Ketut Agustina alias Nyengkrut (34) dibenarkan pihak polsek Busungbiu.
Menurut keterangan AKP Nengah Muliadi (54) selaku Kapolsek Busungbiu, kini pelaku masih dalam tahap pemeriksaan.
"Karena ini juga merupakan unsur ketidaksengajaan sehingga kami belum melakukan penahanan," jelasnya.
Menurut AKP Nengah Muliadi, pelaku telah memberikan keterangan. Diceritakan bahwa kronologi kejadian bermula dari pelaku yakni Ketut Agustina alias Nyengkrut yang mencari arang kayu. Dari keterangan pelaku, Ia kala itu tak sendiri melainkan juga ditemani tiga orang lainnya yakni Nyoman Pasek, Putu Andre, dan Putu Yogi.
Kala mencari arang kayu, pelaku yang tengah membawa senapan melihat seekor monyet diatas pohon cengkeh. Pelaku kemudian berlari meninggalkan teman-temannya untuk menembak monyet di pohon cengkeh tersebut.
"Waktu itu menurut pelaku pepohonan sangat rimbun ditambah cuaca yang sedang berkabut," jelasnya.
Apalagi, posisi pohon kelapa yang dinaiki Wayan Suarca berada di balik pohon cengkeh. Ketika peluru dilepaskan, ternyata bukan monyet yang kena melainkan korban, Wayan Suarca.
"Peluru kemudian mengenai kepala bagian belakang Wayan Suarca," imbuhnya.
Mendengar suara terjatuh, pelaku kemudian menghampiri hasil buruannya. Alangkah mengejutkan ternyata bukan monyet yang Ia tembak melainkan saudaranya sendiri.
Pelaku kemudian meminta tolong. Tiga temannya yang lain segera menghampiri pelaku.
"Pelaku sempat juga mengangkat korban namun karena tak kuat, korban pun hanya diangkat oleh tiga temannya dan pelaku langsung menuju ke polsek," jelasnya lagi.
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026