Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Polisi Periksa Oknum Dewan Karangasem Terkait Penyalahgunaan Dana Desa
Senin, 6 Agustus 2018,
09:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Polda Bali masih melakukan pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) terkait kasus penyalahgunaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Kas Desa terkait pembangunan penyengker Pura Puseh Desa Pakraman Asak, Karangasem yang melibatkan oknum DPRD Karangasem yang berinisial NW.
[pilihan-redaksi]
“Saya masih melakukan Kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) rutin dari Mabes,” ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja yang dikonfirmasi, Minggu (5/8).
“Saya masih melakukan Kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) rutin dari Mabes,” ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja yang dikonfirmasi, Minggu (5/8).
Sebelumnya, seorang oknum anggota DPRD Karangasem berinisial NW dilaporkan ke Polda Bali dalam bentuk Pengaduan Masyarat (Dumas) ke SPKT Polda Bali, pada 10 April 2018 lalu. NW dilaporkan dalam dugaan tindak pidana penyalahgunaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Kas Desa terkait pembangunan penyengker Pura Puseh Desa Pakraman Asak, Karangasem.
[pilihan-redaksi2]
Laporan Dumas terhadap anggota dewan dari fraksi PDIP itu dibuat oleh I Ketut Suta (48), warga Banjar Dinas Asak Kangin, Desa Pertima, Karangsem. Kasus ini sudah dilayangkan ke SPKT Polda Bali, 10 April lalu, dengan isi laporan bernomor Dumas/411/IV/2018 tentang penyalahgunaan uang BKK dan Kas Desa terkait pembangunan penyengker Pura Puse, pada 2014 lalu.
Laporan Dumas terhadap anggota dewan dari fraksi PDIP itu dibuat oleh I Ketut Suta (48), warga Banjar Dinas Asak Kangin, Desa Pertima, Karangsem. Kasus ini sudah dilayangkan ke SPKT Polda Bali, 10 April lalu, dengan isi laporan bernomor Dumas/411/IV/2018 tentang penyalahgunaan uang BKK dan Kas Desa terkait pembangunan penyengker Pura Puse, pada 2014 lalu.
“Saat ini laporan Dumas sudah ditangani jajaran Ditreskrimum Polda Bali,” bisik sumber Minggu (5/8).
Sumber yang enggan disebut namanya itu menjelaskan, dugaan penyalahgunaan terjadi saat NW menjabat sebagai Bendesa Adat Desa Pakraman Asak sejak 2014-2016. Bahkan, NW berulang kali mengajukan BKK ke Pemprov Bali terkait pembangunan penyengker Pura Puseh.
“Jadi, diduga terlapor sudah menerima BKK sebesar Rp 360 juta dari Pemprov Bali. Namun uang BKK itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap sumber. (bbn/spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026