Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Polres Karangasem Selidiki Kuburan Orok Misterius di Tiyingtali
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Polres Karangasem melakukan penyelidikan terkait laporan temuan kuburan jenazah orok misterius yang menggemparkan warga Desa Adat Tauka, Desa Tiyingtali, Abang, Karangasem pada Selasa malam, (12/10/2021).
Kapolres Karangasem, AKBP. Ricko A.A Taruna kepada sejumlah awak media Rabu, (13/10/2021) mengatakan bahwa laporan terkait penemuan tersebut sudah diterima dan sudah ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Karangasem.
"Laporan sudah kami terima, Kasat Reskrim sudah turun melakukan lidik, mudah mudahan cepat ketemu pelaku yang kubur bayi tersebut," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya warga melapor kepada pihak prajuru adat karena menemukan adanya gundukan atau kuburan misterius di lokasi kuburan setempat. Padahal, di wilayah Desa Adat Tauka sebelumnya tidak ada warga yang dilaporkan meninggal dunia.
Sesuai dengan peraturan yang ada di Desa setempat, ketika ada warga yang meninggal dunia harus melapor kepada prajuru Desa Adat. Setelah gundukan tersebut di bongkar ternyata benar didalam gundukan tersebut adalah kuburan baru yang di dalamnya terdapat jenazah bayi.
Sejauh ini kuburan tersebut masih misterius lantaran belum diketahui siapa melakukan penguburan.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4143 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1417 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 753 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun