Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Polsek Sukawati Simulasi Diserbu Massa Bersenjata
Jelang Coblosan Pileg dan Pilpres
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menindaklanjuti suasana politik di tingkat pusat, Anggota Polsek Sukawati melakukan latihan berupa simulasi penanganan kerusuhan pada Kamis (1/2/2024). Dalam simulasi, diceritakan markas Polsek diserbu masa bersenjata tajam.
Latihan simulasi kerusuhan itu merupakan disebut alarm stelling. Latihan diikuti oleh Kapolsek Sukawati Kompol I Wayan Johni Eka Cahyadi, didampingi Wakapolsek AKP I Wayan Gede Eka Sanjaya dan diikuti oleh personel.
Dalam skenario ada informasi yang disampaikan oleh Unit Intelkam Polsek Sukawati kepada SPKT bahwasanya adanya pergerakan masa dari Desa Batuan dengan jumlah cukup banyak. Mereka membawa senjata tajam dan senjata tumpul, bergerak menuju Mako Polsek Sukawati.
Menerima laporan, langsung menyiagakan anggota kumpul di depan Mako Polsek. Gerbang Mako Polsek berupa palang ditutup. "Memblokade pintu masuk dan keluar Polsek Sukawati," ujar Kompol I Wayan Johni Eka Cahyadi.
Baca juga:
Massa Warga Bugbug Tuntut AWK Minta Maaf
Dikatakan lebih lanjut, bahwa alarm stelling ini berkaitan dengan situasi politik menjelang pemilu 2024. "Kegiatan ini merupakan kesiapan kita dalam pelaksanaan tugas menjelang Pemilu (Pileg dan Pilpres) Tahun 2024. Selama rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1422 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1080 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 922 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 817 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik