Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Popularitas Jokowi tidak Dongkrak Suara PDIP
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak mempengaruhi elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Elektabilitas PDIP stabil, stagnan 17.2% pada Oktober 2012, 18,8% Maret 2013, dan 18,7% Oktober 2013. Bahwa ada satu hipotesis yang berkembang, elektabilitas Jokowi mampu mendongkrak elektabilitas PDIP. Berdasarkan ini elektabilitas, Jokowi tidak mampu mendongrak suara PDIP," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby, di kantor LSI Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2013).
Menurut Adjie, masyarakat tidak melihat Jokowi sebagai perpanjangan tangan dari PDIP. Sehingga tidak mempengaruhi elektabilitas PDIP. "Pengaruh Jokowi belum bisa mendongkrak PDIP. Asosiasi Jokowi masih lemah, orang tidak melihat Jokowi sebagai PDIP, sehingga tidak berpengaruh," ujarnya.
Dalam survei LSI sebelumnya, Jokowi merupakan calon presiden (capres) pilihan yang paling diminati masyarakat. Bahkan Jokowi mengalahkan ketua umum partainya, Megawati Soekarnoputri. Namun dari 1.200 koresponden yang disurvei LSI, hal itu tidak berdampak pada elektabilitas PDIP.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun