Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Potensi Banjir Rob, BPBD Gianyar Minta Masyarakat Tunda Mandi di Pantai
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gelombang di perairan selatan Gianyar kurang bersahabat. Ombak besar disertai angin kencang membahayakan, Jumat (20/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar meminta masyarakat menunda acara mandi di pantai demi keselamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan prediksi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, potensi banjir rob diperkirakan kembali menerjang sejumlah pesisir pulau Bali dalam sepekan ke depan.
“Kondisi cuaca masih kurang baik untuk berwisata mandi di pantai. Imbauan ke masyarakat agar menunda aktivitas mandi di pantai,” ujarnya.
Ancaman banjir rob juga melanda pesisir Selatan Gianyar. Ini lantaran fenomena super new moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan fenomena Periger atau jarak terdekat bulan ke bumi.
BPBD Gianyar telah menyiagakan 23 personel Balawista untuk menjaga semua pantai di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
“Syukur masyarakat sudah paham, jadi sejauh ini, situasi masih kondusif. Tidak ada korban jiwa atau orang terseret air laut,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2570 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1262 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 907 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 828 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun