Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Potensi Besar, Wisata Mangrove di Penida dan Lembongan Perlu Dikembangkan
Sabtu, 19 Maret 2016,
15:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Melihat potensi besar kawasan wisata mangrove Tapak, Kecamatan Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, yang kini berkembang pesat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta makin semangat untuk menggarap potensi yang ada di Klungkung.
Salah satunya potensi hutan mangrove yang berada di wilayah pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. " Kita sebenarnya punya potensi hutan mangrove yang luar biasa di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Namun, pengelolaanya memang perlu terus kita kembangkan lagi," jelas Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat (18/3) saat melakukan study banding ke wilayah Semarang Jawa Tengah.
Bahkan, meski diguyur hujan lebat Bupati bersama sejumlah SKPD di Pemkab Klungkung, sangat seksama mendengarkan paparan yang dijelaskan pihak pengelola kawasan wisata mangrove. "Kita akan menggodok agar kawasan hutan mangrove di Nusa Lembongan serta Nusa Ceningan dapat dikelola penuh oleh Desa setempat dan dijadikan hutan mangrove desa," bebernya.
Hutan manggrove di Kawasan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, lanjutnya, kondisinya agak berbeda dengan disini (Semarang). Mengingat hutan manggrove yang ada di Klungkung sudah menjadi kawasan hutan lindung dan wilayah konservasi. Sehingga, merupakan kewenangan Kementrian Kehutanan dan kementrian Kelautan.
Namun bukannya tanpa celah, dirinya sudah menyiapkan langkah dan mengintruksikan ke perbekel setempat membuat surat ke Kementrian Kehutanan yang ditembuskan ke Bupati. Dimana surat tersebut berisikan permohonan untuk menjadikan hutan mangrove Jungut Batu dan Ceningan menjadi hutan mangrove Desa dan bisa juga dikelola oleh desa.
Tentunya jika rencana ini berhasil kedepannya tidak menutup kemungkinan hutan manggrove desa di Jungutbatu dan Ceningan nantinya juga bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk menggelontorkan CSR demi pengelolaan hutan dan konservasi lingkungan Mangrove.
Perlu diketahui kawasan hutan mangrove di Nusa Penida keberadaanya tersebar di dua kepulauan yakni di Jungut Batu, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan luas 230,7 Ha. Seluruh kawasan hutan tersebut masuk dalam kawasan konservasi yang ekosistemnya sangat terjaga dan bertugas sebagai pelindung abrasi.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026