Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 5 Agustus 2026
Potensi Besar, Wisata Mangrove di Penida dan Lembongan Perlu Dikembangkan
Sabtu, 19 Maret 2016,
15:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Melihat potensi besar kawasan wisata mangrove Tapak, Kecamatan Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, yang kini berkembang pesat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta makin semangat untuk menggarap potensi yang ada di Klungkung.
Salah satunya potensi hutan mangrove yang berada di wilayah pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. " Kita sebenarnya punya potensi hutan mangrove yang luar biasa di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Namun, pengelolaanya memang perlu terus kita kembangkan lagi," jelas Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Jumat (18/3) saat melakukan study banding ke wilayah Semarang Jawa Tengah.
Bahkan, meski diguyur hujan lebat Bupati bersama sejumlah SKPD di Pemkab Klungkung, sangat seksama mendengarkan paparan yang dijelaskan pihak pengelola kawasan wisata mangrove. "Kita akan menggodok agar kawasan hutan mangrove di Nusa Lembongan serta Nusa Ceningan dapat dikelola penuh oleh Desa setempat dan dijadikan hutan mangrove desa," bebernya.
Hutan manggrove di Kawasan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, lanjutnya, kondisinya agak berbeda dengan disini (Semarang). Mengingat hutan manggrove yang ada di Klungkung sudah menjadi kawasan hutan lindung dan wilayah konservasi. Sehingga, merupakan kewenangan Kementrian Kehutanan dan kementrian Kelautan.
Namun bukannya tanpa celah, dirinya sudah menyiapkan langkah dan mengintruksikan ke perbekel setempat membuat surat ke Kementrian Kehutanan yang ditembuskan ke Bupati. Dimana surat tersebut berisikan permohonan untuk menjadikan hutan mangrove Jungut Batu dan Ceningan menjadi hutan mangrove Desa dan bisa juga dikelola oleh desa.
Tentunya jika rencana ini berhasil kedepannya tidak menutup kemungkinan hutan manggrove desa di Jungutbatu dan Ceningan nantinya juga bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk menggelontorkan CSR demi pengelolaan hutan dan konservasi lingkungan Mangrove.
Perlu diketahui kawasan hutan mangrove di Nusa Penida keberadaanya tersebar di dua kepulauan yakni di Jungut Batu, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan luas 230,7 Ha. Seluruh kawasan hutan tersebut masuk dalam kawasan konservasi yang ekosistemnya sangat terjaga dan bertugas sebagai pelindung abrasi.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1072 Kali
02
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
03
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
04
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
05
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 426 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026