Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Presiden Palestina Buka Suara Soal Serangan Hamas ke Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk pertama kalinya dengan tegas buka suara soal serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu hingga memicu peperangan kembali pecah di Jalur Gaza.
Dalam percakapan teleponnya dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (15/10), Abbas menegaskan aksi kelompok militan Hamas itu "tidak mewakili rakyat Palestina."
"Kebijakan dan aksi Hamas tidak mencerminkan rakyat Palestina, hanya kebijakan, program, dan keputusan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) lah yang mewakili rakyat Palestina sebagai perwakilan mereka yang sah dan satu-satunya," ucap Abbas dalam telepon tersebut seperti dikutip kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Abbas pun menyerukan penghentian serangan yang dapat menewaskan korban sipil lebih banyak lagi. Ia juga mendesak Hamas untuk membebaskan sekitar 150 tawanan yang disandera kelompok itu dari Israel.
Serangan dadakan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu memicu gempuran balasan dari Israel. Korban tewas akibat perang Hamas vs Israel bertambah menjadi total 4.138 orang per Minggu (15/10) malam.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan gempuran Israel sejak 7 Oktober lalu telah menewaskan 2.670 orang dan melukai 9.600 orang lainnya di wilayah tersebut.
"Kebijakan dan aksi Hamas tidak mencerminkan rakyat Palestina, hanya kebijakan, program, dan keputusan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) lah yang mewakili rakyat Palestina sebagai perwakilan mereka yang sah dan satu-satunya," ucap Abbas dalam telepon tersebut seperti dikutip kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Abbas pun menyerukan penghentian serangan yang dapat menewaskan korban sipil lebih banyak lagi. Ia juga mendesak Hamas untuk membebaskan sekitar 150 tawanan yang disandera kelompok itu dari Israel.
Serangan dadakan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu memicu gempuran balasan dari Israel. Korban tewas akibat perang Hamas vs Israel bertambah menjadi total 4.138 orang per Minggu (15/10) malam.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan gempuran Israel sejak 7 Oktober lalu telah menewaskan 2.670 orang dan melukai 9.600 orang lainnya di wilayah tersebut.
Dalam pembicaraan telepon Sabtu malam waktu Palestina itu, Abbas menegaskan kepada Biden bahwa perdamaian dan keamanan di kawasan itu hanya akan tercapai melalui penerapan solusi dua negara berdasarkan resolusi legitimasi internasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Abbas menekankan perlunya menghentikan semua serangan dan menghormati hukum kemanusiaan internasional mengenai apa yang terjadi di Jalur Gaza.
Abbas juga menekankan kepada Biden perihal perlunya membuka koridor kemanusiaan yang mendesak di Jalur Gaza, menyediakan bahan-bahan dasar dan pasokan medis, menyalurkan air, listrik dan bahan bakar kepada warga di sana. Dia [im dengan tegas menolak penggusuran warga Palestina dari Jalur Gaza.
Abbas juga meminta Biden bisa mendorong untuk mengakhiri segala serangan pemukim Israel 'terhadap rakyat kami di kota-kota, desa-desa dan kamp-kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat, dan penghentian serangan ekstremis ke Masjid Al-Aqsa'.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4204 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1440 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun