Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
PSSI Buleleng Gelar Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan Malang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Buleleng, Selasa 4 Oktober 2022 menggelar kegiatan doa bersama yang diselenggarakan untuk mendoakan korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur seusai pertandingan sepakbola antara Arema Malang dengan Persebaya Surabaya.
Doa bersama dihadiri sejumlah klub sepakbola seperti Persibu Buleleng, Persada Sukasada, Putra Devata Pakisan, Komodo Reborn Futsal Club, Fortuna FC Sulanyah, perwakilan suporter Brigaz Bali Korlap Sulanyah, Polres Buleleng, serta perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng yang diawali dengan pembacaan puisi oleh sastrawan Made Adnyana Ole. Setelah itu dilanjutkan dengan menyalakan lilin sebagai bentuk duka cita dalam insiden tersebut.
Ketua Umum Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa menyatakan rasa prihatin dan duka yang mendalam terhadap insiden tersebut. Menurutnya olahraga sepakbola seharusnya menjadi olahraga yang menghibur serta mampu meningkatkan spirit sportivitas. Baik di kalangan pemain maupun supporter.
Namun pertandingan yang berlangsung di Malang justru memicu tragedi yang menelan korban hingga 131 orang. Itu juga pertama kalinya terjadi insiden yang menelan korban hingga ratusan jiwa.
“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Semua pihak perlu menyadari bahwa dalam pertandingan olahraga, selalu ada pihak yang menang atau kalah. Perlu disadari juga, pihak yang kalah harus meningkatkan kemampuan, sedangkan yang menang jangan jumawa,” katanya.
Ketua Umum KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengungkapkan insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan merupakan sebuah tragedi kemanusiaan. Ironisnya insiden itu terjadi saat prestasi tim sepakbola Indonesia tengah menanjak di kancah internasional.
“Mudah-mudahan FIFA tidak menjatuhkan sanksi. Apalagi tahun depan kita sudah ditunjuk sebagai tuan rumah piala dunia U-20,” katanya.
Ketua KONI Buleleng menghimbau agar suporter bisa lebih dewasa dalam mendukung timnya. Menurutnya olahraga merupakan ajang hiburan dan rekreasi.
“Tidak perlu ada fanatisme yang berlebihan. Ini berlaku untuk semua olahraga, bukan hanya sepakbola. Karena olahraga itu tempat rekreasi dan hiburan,” ujarnya.
Sementara itu suporter Brigaz Bali Korlap Sulanyah, Made “Ocik” Suprapta mengatakan, insiden Kanjuruhan menimbulkan luka dalam di kalangan suporter. Ia menyatakan tiada pertandingan yang seharga nyawa.
“Kami berharap insiden ini peristiwa terakhir yang terjadi di kancah sepakbola kita,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3134 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1293 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 667 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun