Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
PSSI Buleleng Gelar Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan Malang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Buleleng, Selasa 4 Oktober 2022 menggelar kegiatan doa bersama yang diselenggarakan untuk mendoakan korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur seusai pertandingan sepakbola antara Arema Malang dengan Persebaya Surabaya.
Doa bersama dihadiri sejumlah klub sepakbola seperti Persibu Buleleng, Persada Sukasada, Putra Devata Pakisan, Komodo Reborn Futsal Club, Fortuna FC Sulanyah, perwakilan suporter Brigaz Bali Korlap Sulanyah, Polres Buleleng, serta perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng yang diawali dengan pembacaan puisi oleh sastrawan Made Adnyana Ole. Setelah itu dilanjutkan dengan menyalakan lilin sebagai bentuk duka cita dalam insiden tersebut.
Ketua Umum Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa menyatakan rasa prihatin dan duka yang mendalam terhadap insiden tersebut. Menurutnya olahraga sepakbola seharusnya menjadi olahraga yang menghibur serta mampu meningkatkan spirit sportivitas. Baik di kalangan pemain maupun supporter.
Namun pertandingan yang berlangsung di Malang justru memicu tragedi yang menelan korban hingga 131 orang. Itu juga pertama kalinya terjadi insiden yang menelan korban hingga ratusan jiwa.
“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Semua pihak perlu menyadari bahwa dalam pertandingan olahraga, selalu ada pihak yang menang atau kalah. Perlu disadari juga, pihak yang kalah harus meningkatkan kemampuan, sedangkan yang menang jangan jumawa,” katanya.
Ketua Umum KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengungkapkan insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan merupakan sebuah tragedi kemanusiaan. Ironisnya insiden itu terjadi saat prestasi tim sepakbola Indonesia tengah menanjak di kancah internasional.
“Mudah-mudahan FIFA tidak menjatuhkan sanksi. Apalagi tahun depan kita sudah ditunjuk sebagai tuan rumah piala dunia U-20,” katanya.
Ketua KONI Buleleng menghimbau agar suporter bisa lebih dewasa dalam mendukung timnya. Menurutnya olahraga merupakan ajang hiburan dan rekreasi.
“Tidak perlu ada fanatisme yang berlebihan. Ini berlaku untuk semua olahraga, bukan hanya sepakbola. Karena olahraga itu tempat rekreasi dan hiburan,” ujarnya.
Sementara itu suporter Brigaz Bali Korlap Sulanyah, Made “Ocik” Suprapta mengatakan, insiden Kanjuruhan menimbulkan luka dalam di kalangan suporter. Ia menyatakan tiada pertandingan yang seharga nyawa.
“Kami berharap insiden ini peristiwa terakhir yang terjadi di kancah sepakbola kita,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1488 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1120 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 965 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 857 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik