Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pujawali Pura Pasek di Punduk Dawa Mesineb, Tokoh MGPSSR Ajak Semeton Guyub
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pelaksanaan Pujawali di Pura Catur Prahyangan Ratu Pasek atau lebih dikenal Pura Pasek di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung berlangsung lancar dan sukses. Pujawali ini digelar oleh Pengurus Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, yang berlangsung pada 9 Januari dan berakhir pada 15 Januari 2023 lalu.
Ribuan umat antusias Tangkil untuk bersembahyang. Selain momen perayaan Hari Suci Kuningan, hal itu juga tidak lepas dari keputusan pemerintah yang menyetop Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK).
Ketua Panitia Pujawali - I Made Jelada, ST. berterimakasih atas atusiasme warga Pasek dari seluruh Nusantara yang hadir bersembahyang dan juga berdana punia.
"Antusias Semeton Pasek khususnya Hindu umumnya sangat luar biasa. Pengurus MGPSSR dari kabupaten/ kota, pusat dan provinsi juga hadir sejak dari persiapan hingga penyineban," ujarnya di sela penyineban berlangsung.
Antusiasme tersebut disebutnya juga bagian dari implementasi Catur Swadarmaning Pasek. Yakni Astiti Widhi atau berbakti kepada Tuhan. Bakti ring Kawitan atau memuja leluhur. Eling ring Bisama atau paham akan makna Bisama. Serta Guyub ring Semeton atau menjaga soliditas antar warga.
"Bicara Pasek tidak saja bicara warga, namun tentang persaudaraan. Dalam pujawali ini tidak saja didukung oleh Warga Pasek, namun juga klan lainnya di berbagai bidang. Juga ada Sulinggih dari klan lain turut munggah," sambungnya.
Salah satu pemedek, Nararya Narottama, bersyukur bisa rangkil untuk kesekian kalinya ke Pura Pusek di Punduk Dawa.
"Saya berharap Warga Pasek kembali lagi matur suksma kepada Ida Bhatara Kawitan karena sudah bisa menghadapi pandemi bagi seluruh masyarakat Bali, dan sekarang terlewati, pariwista sudah berputar, kembali eling generasi muda Pasek kembali jadi diri," ungkapnya.
Sementara Jero Mangku Gde I Nengah Sukartana selaku Jero Mangku Gede Kawitan Ida Bhatara Mpu Gana menegaskan, penyineban sendiri bukanlah bermakna nyineb Ida Bhatara. Namun sejatinya nyineb pralingga Ida Bhatara.
Dia menyebut bagi umat yang hendak tangkil pada hari lain dipersilakan. "Makna penyiban itu bukan Ida yang disineb, yang disineb adalah prelinggga Ida betara Kawitan," terangnya. Hal ini penting ia sampaikan agar Warga Pasek tidak keliru memaknai Penyineban.
Dia menerangkan, yang dipuja di Pura ini terdiri dari sejumlah Ida Bhatara. Antara lain yang dipuja di Utama Mandala Pura ini adalah Ida Bhatara Mpu Ghana di Meru Tumpang 3. Panca Brahmana di Meru Tumpang 5 dan Sapta Pandita di Meru Tumpang 7.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan