Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pura-pura jadi Korban Begal, Berujung Ditangkap Polisi
BERITABALI.COM, NTB.
SA, warga Desa Serewe Kecamatan Jerowaru Lombok Timur diciduk polisi gara-gara postingan di akun Facebooknya yang menjelaskan bahwa dirinya menjadi korban begal. Namun setelah diusut, ternyata SA berpura-pura menjadi korban begal dan kebal senjata tajam (sajam), karena ingin terkenal.
SA kini sedang dalam pemeriksaan penyidik Polsek Jerowaru. Sebelumnya, warga Desa Serewe Kecamatan Jerowaru Lombok Timur itu menampakkan dirinya dengan kondisi baju terkoyak seakan bekas sabetan sajam pelaku begal sekitar pukul 20.00 Wita, pada Minggu (14/8) lalu.
Kapolsek Jerowaru, IPDA Yudha Aditya Warman mengungkapkan, polisi mengetahui SA menjadi korban begal dan tidak terluka akibat sabetan sajam setelah melawan begal dari media sosial (medsos) Facebook. Tempat Kejadian Perkara (TKP), jalan raya Pepait Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru.
Berangkat dari postingan di medsos itu, Kapolsek Jerowaru langsung memerintahkan Kanit Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, mendatangi rumah SA dan dibawa ke Mapolsek Jerowaru untuk diminta keterangan. Apalagi belum lama ini dua kejadian kejahatan menimpa warga Kecamatan Jerowaru.
Setelah dilakukan interogasi mendalam di Polsek Jerowaru, terbongkar ternyata SA merekayasa kejadian yang menimpanya itu. Dengan dalih ingin terkenal kebal sajam. Atas ulahnya itu, SA kini dalam pemeriksaan intens penyidik.
Baca juga:
Bule Inggris Jadi Korban Begal di Lombok
Pengakuan SA kepada penyidik, malam itu ia pulang dari Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng). Setiba di Desa Penendem Kecamatan Keruak Lotim, ia berhenti sejenak kemudian mampir di sebuah kios untuk membeli silet.
Setiba di TKP pembegalan yang disebut-sebut SA, ia menyayat baju kaos yang dikenakannya. Sehingga terkesan jika bajunya robek akibat melawan dan terkena sabetan senjata tajam.
Melalui ponsel ia pun menghubungi Kepala Wilayah (Kawil) tempatnya tinggal, meminta bantuan agar datang ke TKP dengan dalih kondisinya yang lemas setelah melawan begal. Tentu, Kawil tersebut membantu dan datang ke TKP.
“Yang bersangkutan sudah minta maaf ke masyarakat, bahwa kejadian yang dialaminya itu hanya bohongan agar dianggap kebal saja,” jelas Yudha.
Meski SA telah meminta maaf, proses pemeriksaan tetap berlanjut. Penahanan sementara dilakukan Polsek, untuk mempermudah proses pemeriksaan.
Baca juga:
5 Fakta Modus Begal Rekening yang Lagi Marak
“Tindakan yang bersangkutan sangat kami sayangkan, karena dapat meresahkan masyarakat. Dan ini harus menjadi pelajaran berharga,” ucap Kapolsek Jerowaru, IPDA Yudha Aditya Warman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 933 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 773 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 589 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik