Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Putra Parwata yang Kakinya Diamputasi Meninggal, Istrinya Sedih dan Harus Rawat Dua Anak
beritabali/ist/Putra Parwata yang Kakinya Diamputasi Meninggal, Istrinya Sedih dan Harus Rawat Dua Anak.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
I Wayan Eka Putra Parwata yang lama mengidap sakit hingga kakinya diamputasi telah tiada pada Kamis (29/6). Putra Parwata meninggalkan istrinya Ni Kadek Riris Cahyani dan dua anaknya I Wayan Aska (10) dan I Made Dwika (6).
Riris Cahyani merupakan seorang guru TK itu mengaku sedih ditinggal sang suami. “Yang pasti sedih, ini anaknya dua, sebet saya,” ujarnya, Jumat (30/6).
Suaminya, dikatakan sering keluar masuk rumah sakit. Terakhir masuk, kemarin. Sebagai istri, kini dia harus merawat keluarga kecilnya.
“Saya sekarang kerja di sekolah. Barangkali ada kerjaan lain untuk menambah penghasilan,” jelas guru TK dengan gaji Rp 1,5 juta.
Dikatakan, dengan gaji Rp 1,5 juta, sangat tipis untuk menghidupi rumah tangga. “Untuk sehari-hari, sekolah anak,” jelasnya.
Kini, dia berharap agar dua anaknya bisa melanjutkan sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Terutama sekolah dan sehari-hari supaya dibantu. Sekarang ini kami dibantu mertua,” jelasnya.
Dia berharap anaknya bisa rajin belajar dan bisa mengiklaskan kepergian ayahnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Eka Putra Parwata ini sempat mengidap sakit hingga kakinya harus diamputasi. Lama menderita sakit, sejak 6 bulan lalu harus kehilangan kaki karena dioperasi.
“Sakit sejak 2018. Masuk bulan 4 (pascaoperasi, red) ngedrop. Harusnya kali ini ukur kaki,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan