Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Putrinya Nikah Tanpa Pengantin Pria, Ortu: Astungkara Anak Tabah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pengantin perempuan inisial NPM, 22, warga Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, telah menikah tanpa suami pada 12 Januari lalu di hadapan sulinggih.
Si lelaki diganti simbol keris. Meski si lelaki mendadak pergi karena tidak mau Nyentana saat hari H pernikahan, pengantin perempuan tampak tabah.
Orang tua pengantin perempuan, I Ketut Suwardita, mengatakan sebelum upacara pernikahan, putrinya dengan si lelaki telah berpacaran sejak lama.
Hubungan mereka pernah putus nyambung. Saat mau meminta balikan, si lelaki secara tegas mau menuruti keinginan anaknya. Yakni nyentana, menjadikan si lelaki berstatus Pradana atau menjadi perempuan secara adat.
Saat pacaran, putrinya pun hamil. Kehamilan itupun disambut baik oleh semua pihak, termasuk si lelaki. Mereka pun memantapkan diri untuk menikah, mulai dari mencari hari baik, membuat foto prewedding hingga menyebabkan surat undangan pernikahan.
“Namun dua hari sebelum upacara pernikahan, si lelaki mendadak mengatakan tidak mau Nyentana,” ujarnya.
Sebelum si lelaki membatalkan pernikahan-nya dalam detik-detik hari H, keluarga telah mendapatkan penolakan dari orang tua si lelaki.
“Saat nyedekin, orangtuanya (lelaki, red) menolak tidak mau anaknya nyentana. Tapi dia (si lelaki) mengatakan, apapun keputusan orangtuanya, baik memperbolehkan atau tidak, dia akan kabur dari rumah dan akan menikah dengan anak saya,” ujarnya.
Mendengar keputusan si lelaki, Ayah NPM sempat bertanya kepada Melina, apakah melanjutkan pernikahan atau tidak. “Anak saya bilang sudah mantap untuk mencari sentana. Tapi karena dia (si lelaki, red) tidak mau, dan segala perlengkapan upacara telah disiapkan, sehingga upacara pernikahan tetap kami langsungkan meskipun tanpa lelaki,” ujarnya.
Atas peristiwa ini, keluarga sudah menerima degan ikhlas. Dan tidak mau memaksa si lelaki. “Astungkare anak saya juga tabah dan kuat merima semua ini,” pungkasnya.
Pengalaman itu diharapkan jadi pelajaran bagi masyarakat lain yang hendak mencari Sentana. “Supaya tidak terjadi seperti yang dialami anak saya,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4020 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun