Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 31 Juli 2026
Radius Bahaya Dipersempit, Sekolah di KRB 2 Kembali Dibuka
Sabtu, 6 Januari 2018,
15:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pagi ini, sekolah–sekolah yang berada di radius Kawasan Rawan Bencana (KRB) 2 atau di luar perkiraan zona bahaya 6 kilometer yang ditetapkan, mulai kembali dibuka. Salah satunya SMP Negeri 3 Selat yang berada di Dusun Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Sabtu (06/01).Menurut Made Sumiasa, salah satu guru pengajar di sekolah tersebut, hari ini sekolah mulai dibuka kembali, namun kegiatan belajar mengajar belum efektif.
“Hari ini mulai sekolah, tetapi siswa baru masuk kerja saja untuk kegiatan bersih-bersih, mungkin Senin baru efektif kegiatan belajarnya,” kata Sumiasa, saat ditemui disela-sela kegiatan bersih-bersih bersama siswanya.
Diakuinya, sebelum dibuka kembali, kegiatan pasca UTS seperti penerimaan rapor dan pembagian tas Siaga serta kegiatan lainnya dilakukan di SMPN 2 Sidemen. Namun untuk Seminggu terakhir ini SMPN 3 meminjam ruangan di SMU 1 Selat.
Pertama kali dibuka pasca status awas yang kedua, hampir seluruh siswa yang sudah kembali dari lokasi pengungsian hadir ke sekolah. Meskipun diakuinya ada beberapa siswa yang memang berasal dari KRB 3 dan masih harus tetap mengungsi.Di SMP 3 secara keseluruhan terdapat 507 orang siswa. Dari total sekian yang absen hanya 7 orang siswa saja, dua diantaranya berasal dari KRB 3.
“Untuk siswa yag berasal dari KRB 3, tetap bersekolah di sekitar lokasi pengungsian, namun untuk tindak lanjut kedepan seperti apa dirinya mengaku masih menunggu intruksi dari Dinas yang berwenang,”ungkap Sumiasa.
Sementara itu, salah satu siswa I Ketut Wisnu Saputra (15 tahun) asal Dusun Sukaluwih, Desa Amerta Bhuana, Selat, Karangasem mengaku senang bisa kembali bersekolah di sekolah asalnya. Sebelum kembali ke rumahnya yang berjarak sekitar 7 sampi 8 kilometer dari puncak Gunung Agung, Ketut bersama keluarga mengungsi di Daerah Sidemen.
“Yaya pulang baru kemarin bersama keluarga setelah dikatakan ada penyempitan sektoral jadi 6 kilometer,” ujarnya.Selain itu, Menurut Ketut, di sekitar tempat tinggalnya warga juga sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing dari lokasi pengungsian. Dirinya berharap agar situasi tetap kondusif sehingga aktivitas bisa kembali seperti semula.
Berita Premium
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
01
02
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3912 Kali
03
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3073 Kali
04
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2104 Kali
05
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026