Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Ratusan Warga Ambengan Demo Polsek Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan warga Ambengan, Sayan, Ubud˜mendemo’ Mapolsek Ubud, Kamis (22/10). Kedatangan warga ini tak terlepaskan untuk mempertanyakan soal tindak lanjut dari pelaporan 7 kasus yang dilakukan oleh warga Semana kepada warga Ambengan.
Dimana sampai saat ini kasus tersebut masih˜mangkrak alias jalan ditempat. Sekitar pukul 8.30 Wita, ratusan warga Ambengan mendatangi Mapolsek Ubud, mereka datang tak terlepaskan untuk memberikan support moral kepada warganya, I Nyoman Wanta yang dipanggil jajaran Mapolsek dengan tuduhan penganiayaan saat warga Ambengan-Semana nyaris bentrok pada tanggal 7 Oktober 2009 lalu.
Tak ada satupun warga anarkis dalam penyampian aspirasi yang sebelumnya telah dirembugkan di Banjar setempat.
Kedatangan warga Ambengan karena ada pemanggilan salah satu warga kami yang dituduh melakukan penganiyaan, padahal korban hanya memar saja, logikanya kala itu warga kami membawa sabit saat gotong“royong, jadi kalau melakukan penganiyaan paling tidak tergores, ini khan hanya memar, jelas I Gusti Ngurah Garputra, salah satu Warga Ambengan.
Selain masalah pemanggilan, sambung Garputra, pihaknya juga mempertanyakan proses hukum tindak lanjut soal penebangan pohon hingga merusak, pemekaran warung, pembuangan oli di jalan, pengadangan warga Ambengan dijalan, perusakan mobil, pengerusakan pohon kamboja, terakhir kejadian yang baru saja terjadi, dimana saat bergotong royong warga Ambengan diancam dengan bambu runcing.
Kami harap polisi menindak tegas kasus ini, ungkapnya. Sementara itu, Kapolsek Ubud, AKP A.A Sena seijin Kapolres Gianyar, AKBP I Nyoman Astawa membenarkan kejadian ini. Kedatangan warga menurutnya sebagai salah satu bentuk solidaritas. Soal pelaporan kasus pasti kami tindaklanjuti, dan kami tak akan diskriminatif dalam menyelesaikan kasus ini, ucapnya.
Lebih jauh, sambung Sena, pihaknya menghargai kedatangan warga Ambengan ini. Warga yang belum paham dengan hukum, sangat wajar mempertanyakan masalah kasus ini, jelasnya ketika dimintai keterangannya melalui telepon.
Seperti diketahui, lantaran berebut lahan kuburan dua Banjar yakni Banjar Semana, Singakerta, Ubud dan Banjar Ambengan, Sayan, Ubud bertikai. Dan sampai saat ini, masalah ini belum bisa dicarikan jalan tengah.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli