Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Relawan Serba Dilematis, Antara Bahaya Evakuasi dan Menyelamatkan WNA Nekat Mendaki
BPBD Bali: Harusnya Ada Semacam Sanksi
Sabtu, 13 April 2019,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin sangat menyayangkan atas aksi yang diduga dilakukan warga Negara asing yang nekat mendaki Gunung Agung secara diam-diam.
[pilihan-redaksi]
Padahal BPBD Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem sudah melakukan berbagai upaya dan edukasi kepada masyarakat termasuk turis asing, baik dengan cara pemasangan Rambu Larangan atau lebih tepatnya himbauan agar tidak ada yang mendaki Gunung Agung sesuai larangan dari PVMBG Kementerian ESDM.
Padahal BPBD Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem sudah melakukan berbagai upaya dan edukasi kepada masyarakat termasuk turis asing, baik dengan cara pemasangan Rambu Larangan atau lebih tepatnya himbauan agar tidak ada yang mendaki Gunung Agung sesuai larangan dari PVMBG Kementerian ESDM.
Meski demikian, pihaknya telah melakukan berbagai upaya namun tetap saja ada oknum oknum yang nekat mendaki Gunung Agung tanpa memikirkan bahaya yang mungkin saja dihadapi. Seperti pagi ini misalnya, warga kembali menemukan dua unit sepeda motor yang diduga milik pendaki berada di parkiran Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Selat, Karangasem.
Beberapa warga yang tinggal di lereng Gunung Agung sempat menyaksikan cahaya senter bergerak mendekati puncak Gunung Agung pada pukul 03.00 wita. Namun setelah ditunggu oleh para relawan hingga siang ini, Sabtu (13/04) pukul 13.25 wita belum ada tanda tanda turunnya pendaki yang diduga warga Negara asing tersebut.
Kondisi ini menurut Kalaksa I Made Rentin, membuat dirinya dilema, ibarat buah simalakama, jika dibiarkan tentunya ini menyangkut nyawa manusia dan image Pariwisata Bali di mata dunia internasional akan tercoreng dianggap ada kesan pembiaran.
[pilihan-redaksi2]
Di sisi lain, mengingat situasi Gunung Agung yang masih belum stabil tentunya jika sampai terjadi sesuatu terhadap yang bersangkutan maka akan sangat berbahaya bagi personil relawan, SAR dan BPBD apabila melakukan upaya evakuasi.
Di sisi lain, mengingat situasi Gunung Agung yang masih belum stabil tentunya jika sampai terjadi sesuatu terhadap yang bersangkutan maka akan sangat berbahaya bagi personil relawan, SAR dan BPBD apabila melakukan upaya evakuasi.
“Kami sebenarnya Dilema, jika dibiarkan itu nyawa manusia dan image pariwisata bali akan tercoreng, namun di satu sisi para relawan juga manusia mengingat aktivitas Gununug Agung belum stabil sehingga sangat berbahaya,” kata Kalaksa Made Rentin saat dikonfirmasi.
Secara pribadi, karena dalam situasi ini menyangkut keselamatan dan keamanan, idealnya ada semacam sanksi jika ada yang melanggar lagi. Tentunya sanksi yang diawali dengan adanya aturan serta ada aparat yang menegakkan. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1422 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1080 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 922 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 816 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026