Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 7 Agustus 2026
Resolusi APACT: Desak Negara Asia Pasifik Naikkan Pajak Tembakau 75%
Senin, 17 September 2018,
10:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Hasil resolusi Konferensi Pengendalian Tembakau Asia Pasifik atau APACT ke-12 salah satunya adalah mendesak negara di kawasan Asia Pasifik meningkatkan pajak penjualan minimal 75% dari harga ritel produk tembakau.
[pilihan-redaksi]
Ketua Komite Nasional Pengendalian Tembakau Nafsiah Mboi mengatakan pihaknya juga meminta badan pekerja dunia secepatnya memutus kerja sama dengan industri tembakau, seluruh negara diminta melarang display rokok di outlet ritel dan pelarangan iklan rokok di media sosial.
Ketua Komite Nasional Pengendalian Tembakau Nafsiah Mboi mengatakan pihaknya juga meminta badan pekerja dunia secepatnya memutus kerja sama dengan industri tembakau, seluruh negara diminta melarang display rokok di outlet ritel dan pelarangan iklan rokok di media sosial.
"Seruan ini merupakan beberapa dari 12 resolusi Konferensi Pengendalian Tembakau Asia Pasifik atau APACT ke-12 yang berlangsung di Nusa Dua," ujarnya Sabtu (15/9).
Ia juga menambahkan dalam rangka menjaga kesejahteraan perekonomian dan kesehatan masyarakat Indonesia pada umumnya, maka Indonesia mendorong untuk meratifikasi konvensi pengendalian tembakau melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam kurun waktu satu tahun.
[pilihan-redaksi2]
Ia optimis ratifikasi tersebut dapat dilakukan dalam tempo setahun. Meski sulit dihadang berbagai rintangan, dengan semangat kerja sama hal tersebut menurutnya bisa dilakukan. "Semua memungkinkan, guna Indonesia meratifikasi dalam setahun karena kita tidak tahu siapa Presiden berikutnya, atau Presiden sekarang jika nanti terpilih akan berubah pikiran,” jelasnya.
Ia optimis ratifikasi tersebut dapat dilakukan dalam tempo setahun. Meski sulit dihadang berbagai rintangan, dengan semangat kerja sama hal tersebut menurutnya bisa dilakukan. "Semua memungkinkan, guna Indonesia meratifikasi dalam setahun karena kita tidak tahu siapa Presiden berikutnya, atau Presiden sekarang jika nanti terpilih akan berubah pikiran,” jelasnya.
Ia mengharapkan agar Pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat harus bekerja sama untuk menghadapi industri rokok yang sangat besar. Upaya mengendalikan tembakau justru tidak berhasil, kata dia apabila pemerintah dan lembaga masyarakat justru terpecah belah.
"Semua harus bersatu padu dalam menghadapi kondisi saat ini," pungkasnya. (bbn/aga/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4230 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1446 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 765 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026