Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
RI Temukan Harta Karun Super Langka, Tak Dimiliki Negara Lain
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia dikenal menjadi salah satu negara di dunia dengan sumber dayanya yang melimpah. Bahkan, beberapa sumber daya ini masih belum dieksplorasi lebih lanjut atau bahkan belum ditemukan oleh siapapun.
Hal ini terbukti dimana baru-baru ini, Pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian ESDM membeberkan bahwa Indonesia memiliki potensi 'harta karun super langka, dalam hal ini adalah Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element/REE.
'Harta Karun' ini diketahui sangat diidam-idamkan oleh banyak negara karena sangat dibutuhkan sebagai bahan baku peralatan berteknologi canggih di era modern saat ini.
Logam tanah jarang merupakan bahan baku peralatan teknologi, mulai dari baterai, telepon seluler, komputer, industri elektronika hingga pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin (PLTB).
Selain itu, bisa juga untuk bahan baku kendaraan listrik hingga industri pertahanan atau peralatan militer.
Meski begitu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono mengatakan sejauh ini Indonesia masih perlu banyak belajar mengenal mineral yang disebut mineral kritis tersebut. Mengingat, sejauh ini baru China yang paling pesat dalam pengembangan LTJ.
"Namanya juga mineral jarang, keberadaannya hanya di lokasi tertentu, gak semua negara punya. Karena jarang, hukum ekonomi barang langka dan jarang menjadi mahal, lebih jauh dari batu bara misalnya, coba dilihat lithium berapa harganya. Tapi memang mahal itu per gramnya," ungkap Eko, dikutip Minggu (27/11/2022).
Lebih lanjut, pihaknya sendiri telah melakukan penyelidikan terkait dengan adanya logam tanah jarang di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya di Bangka Belitung di dalam proses kandungan timah.
Adapun Indonesia yang disebut sebagai ring of fire mulai dari Sumatera Utara sampai Sumatera Selatan, Pulau Jawa sampai ke Timur Indonesia merupakan jalur vulkanik.
"Jadi sepanjang jalur itu ada mineralisasi, kan mineral-mineral itu asalnya dari batuan juga dari bumi itu. Kita ketahui untuk LTJ yang saat ini asosiasinya dengan jalur timah makanya kita cari jalur timah mulai Sumut sampai Timur," jelasnya.
Tak hanya itu, di Lumpur Lapindo, Sidoarjo saat ini dalam penyelidikan yang justru ditemukan adanya potensi mineral kritis seperti Lithium dan Stronsium. Namun, hingga kini menurut Budi belum dihitung secara pasti besaran dari Lithium dan Stronsium yang ditemukan di Lumpur Lapindo tersebut sehingga pihaknya masih akan melakukan kajian lanjutan ke depan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun