Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Rider MotoGP Berburu Foto Penjual Bensin Eceran dan Kelapa
BERITABALI.COM, NTB.
Rider MotoGP Aleix Espargaro, mengabadikan setiap hal unik yang ia temui di jalanan Mandalika Lombok.
Setelah selesai menjalani isolasi selama 12 jam di dalam hotel, Aleix langsung menjajali jalan raya wilayah Mandalika dengan bersepeda pada Selasa (8/2).
Terlihat di akun instagram miliknya, sambil bersepeda Aleix mengabadikan sebuah pemandangan warung yang menjual bensin eceran dan buah kelapa di pinggir jalan raya. Bensin eceran dan buah kelapa yang dijual di pinggir jalan adalah hal yang sangat sering kita jumpai di Lombok.
Tapi sepertinya hal tersebut tidak lumrah baginya. Sampai-sampai gambar tersebut diberi keterangan, bahwa itu adalah bahan bakar dan buah kelapa.
Foto yang tak kalah menarik lainnya adalah, anak-anak SD yang sedang di perjalanan pulang sekolah. Hal yang membuatnya kegirangan adalah, terlihat seorang ibu yang membonceng anak-anak yang pulang sekolah.
Tidak tanggung-tanggung, ibu tersebut membonceng 4 anak sekaligus dengan satu motor. Selain itu, terlihat dari caption postingannya, Aleix tampak terkesima dengan pemandangan pantai di kawasan Mandalika.
Sebagai tambahan, Aleix Espargaro adalah rider MotoGP kelahiran 1989, dan berkebangsaan Spanyol. Saat ini, ia berkompetisi di kejuaraan MotoGP bersama tim Aprilia. Bersama Marquez dan kru lainnya, Aleix tiba di Lombok Senin (7/2) lalu.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 264 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 184 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 155 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun