Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ritual Minta Hujan, Gadis Cilik Diarak Tanpa Busana Keliling Desa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Enam gadis kecil di India diarak bugil keliling desa di distrik Damoh, Madhya Pradesh untuk menyenangkan dewa hujan sehingga bisa mengatasi kekeringan.
Menyadur Tribune India Selasa (7/9/2021), Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak (NCPCR) meminta laporan dari pemerintah Damoh tentang insiden yang terjadi pada hari Minggu di desa Baniya.
Damoh SP DR Teniwar mengatakan polisi menerima informasi tentang gadis belia yang diarak bugil untuk menenangkan dewa hujan.
“Polisi sedang menyelidiki insiden itu. Tindakan akan diambil jika ditemukan bahwa gadis-gadis itu dipaksa telanjang,” katanya. Polisi menjelaskan, penduduk desa percaya bahwa praktik tersebut dapat menurunkan hujan.
Gadis-gadis muda diperintahkan berjalan telanjang dengan batang kayu diletakkan di bahu mereka dengan katak yang terikat. Wanita yang menemani gadis-gadis ini menyanyikan bhajan untuk memuji dewa hujan, katanya.
Kolektor Damoh S Krishna Chaitanya mengatakan orang tua dari gadis-gadis ini juga terlibat dalam insiden itu dan tak ada penduduk desa yang mengeluh tentang ritual tersebut.
"Dalam kasus seperti itu, pemerintah hanya bisa membuat penduduk desa sadar tentang kesia-siaan takhayul semacam itu," katanya kepada wartawan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2108 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1246 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 902 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 826 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 647 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun