Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Rusia Buka Suara Soal Perang dengan NATO
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menuduh Ukraina telah menarik pihak aliansi militer NATO untuk langsung berperang dengannya. Hal ini sebagai respons atas rudal 'nyasar' yang meluncur ke wilayah negara NATO yang juga tetangga Ukraina, Polandia.
Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengatakan bahwa rudal itu merupakan rudal yang diluncurkan Ukraina. Ini sama persis seperti apa yang sempat disampaikan oleh pejabat AS pekan lalu.
"Pejabat AS, media, dan organisasi nonpemerintah terus menyuarakan mantra 'Rusia yang harus disalahkan atas segalanya," kata Antonov kepada Newsweek, dikutip Senin (21/11/2022).
"Pihak Amerika menggunakan metode seperti itu dalam situasi sulit apa pun. Bahkan ketika AS secara terbuka mengakui fakta bahwa Kyiv bertanggung jawab atas kematian warga sipil Polandia."
Diplomat Rusia mencemooh apa yang disebutnya sebagai upaya konyol untuk mengalihkan tanggung jawab ke negaranya. Ia juga memperingatkan bahwa Kyiv sudah mulai menarik pihaknya dan NATO untuk berperang langsung.
"Otoritas Ukraina tidak hanya memohon Washington untuk memberikan lebih banyak bantuan militer, tetapi juga mencoba memprovokasi bentrokan militer langsung antara Federasi Rusia dan NATO," paparnya.
Sebelumnya, insiden yang terjadi pekan lalu itu menewaskan dua warga sipil yang tinggal 6 km dari perbatasan Polandia-Ukraina. Presiden AS Joe Biden dan Presiden Polandia Andrzej Duda sejak itu mengakui bahwa itu kemungkinan rudal Ukraina yang nyasar saat menghalau serangan Rusia.
Meski begitu, pejabat sekutu termasuk Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyalahkan tindakan Moskow atas insiden yang terjadi itu karena serangan Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.
Di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky terus menyangkal bahwa proyektil pasukannya telah menghantam negara tetangga NATO itu.
Adapun, sudah memasuki tanda sembilan bulan, belum ada pihak yang menunjukkan tanda-tanda mengalah. Fase saat ini menunjukan upaya Moskow dalam mempertahankan empat wilayah Ukraina yang dianeksasi oleh dalam referendum September lalu yang tidak diakui secara internasional.
Pasukan Ukraina sendiri telah maju dalam serangan balasan mereka. Kyiv telah merebut kembali ibu kota provinsi Kherson pekan lalu. Namun rudal dan pesawat tak berawak Rusia terus menghujani seluruh negeri, meninggalkan jaringan listrik rusak parah dan jutaan orang tanpa listrik saat musim dingin mendekat.
NATO sendiri terus mendukung Ukraina sepanjang konflik. Anggota aliansi itu terus mengirimkan bantuan ekonomi dan militer Kyiv.
AS, pada bagiannya, telah memberikan sekitar US$ 54 miliar (Rp844 triliun) bantuan sejak perang dimulai pada bulan Februari dan Gedung Putih telah meminta Kongres untuk memberi lampu hijau sekitar US$ 38 miliar (Rp594 triliun) lagi setelah insiden di perbatasan Polandia.
Sementara itu, eskalasi antara NATO dan Rusia terkait Ukraina dikhawatirkan akan mampu menjadi insiden yang membentuk Perang Dunia III (PD 3). Mantan Presiden yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, bahkan sempat memberikan peringatan perang nuklir kepada negara-negara Barat.
Hal ini sebagai tanggapan atas Perjanjian Keamanan Kyiv dimana Barat dapat memberikan jaminan keamanan untuk Ukraina. Medvedev bahkan menyatakan langkah itu akan menyulut PD 3.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun