Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Rusia Ramal Negara Eropa Ini Mungkin Akan Bernasib Sama dengan Ukraina
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Ramal Negara Eropa Ini Mungkin Akan Bernasib Sama dengan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia mengisyaratkan mungkin bakal melancarkan "operasi militer" yang sama seperti yang sedang berlangsung di Ukraina terhadap sebuah negara di Eropa Timur.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moldova mungkin bakal "mengikuti jejak Kyiv" menyusul wilayah separatis pro-Moskow, Transnistria, yang diklaim telah meminta pertolongan kepada Kremlin.
Dikutip Reuters, Lavrov mengklaim otoritas Transnistria telah meminta pertolongan Rusia untuk membantu perekonomian wilayah itu menahan "tekanan" dari pemerintah Moldova.
Sementara itu, pemerintah Moldova mengecam klaim Lavrov tersebut.
Menurut Kementerian Luar Negeri Moldova, Rusia tidak punya hak untuk menasihati negaranya soal demokrasi.
"Menteri Lavrov dan rezim Kremlin tidak memiliki hak moral untuk menceramahi tentang demokrasi dan kebebasan," kata Kemlu Moldova melalui sebuah pernyataan pada Minggu (3/3).
"Sebuah negara yang memenjarakan politikus oposisi dan membunuh mereka, menyerang negara tetangganya secara tidak wajar, tidak punya apa-apa untuk ditawarkan kepada dunia selain darah dan penderitaan," papar kementerian itu menambahkan.
Pernyataan tersebut merujuk pada kabar aktivis sekaligus tokoh oposisi ternama Rusia, Alex Navalny, yang meninggal dunia dalam penjara baru-baru ini.
Pada Sabtu (3/3), ratusan warga Rusia menghadiri acara pemakaman Navalny, yang terkenal vokal mengkritik Presiden Vladimir Putin semasa hidupnya.
Kematian Navalny terjadi hampir dua tahun setelah Rusia melancar invasi besar-besaran ke Ukraina. Sejak invasi berlangsung, Transnistria beberapa kali kembali mendeklarasikan keinginan mereka untuk sukarela bergabung dengan Rusia.
Transnistria memang bagian dari wilayah Moldova yang diakui secara internasional, namun daerah itu dikuasai separatis pro-Rusia.
Transnistria juga masih mendapatkan bantuan dari Rusia, termasuk penempatan ratusan pasukan Rusia sebagai penjaga keamanan.
Konflik di Transnistria pecah kala runtuhnya Uni Soviet. Akibat keruntuhan itu, konflik militer terjadi antara faksi pro-Moldova dan pro-Rusia untuk memperebutkan nasib wilayah itu kedepannya.
Pada 1992, gencatan senjata berhasil dicapai. Namun, status politik Transnistria itu masih menggantung.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 564 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 436 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 430 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan