Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Rusia Rudal 5 Stasiun Kereta Api Ukraina Dalam Satu Jam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menyerang lima stasiun kereta api di pusat dan barat Ukraina dengan rudal hanya dalam waktu satu jam pada Senin (25/4).
"Pasukan Rusia terus menghancurkan infrastruktur jalur kereta secara sistematis," ujar Oleksandr Kamyshin selaku Kepala Perusahaan Kereta Api Pemerintah, Ukrzaliznytsia, seperti dikutip CNN, Senin (25/4).
Melanjutkan pernyataannya, ia kemudian berkata, "Pagi ini, dalam waktu satu jam, lima stasiun kereta api di pusat dan barat Ukraina ditembak."
Akibat insiden ini, sejumlah orang terluka. Kamyshin mengatakan, setidaknya 16 orang akan ditahan akibat insiden ini.
Dalam pernyataan yang berbeda, Ukrzaliznytsia mengumumkan bahwa listrik di beberapa jalur kereta padam, yakni di Shepetivka - Koziatyn, Zhmerynka - Koziatyn, dan Koziatyn - Fastiv.
Secara khusus, kepala administrasi militer Lviv, Maksym Kozytskyy, mengumumkan bahwa serangan rudal di stasiyn kereta Krasne sampai-sampai memicu kebakaran.
"Hari ini, pada 25 April sekitar pukul 08.30, akibat serangan rudal, ledakan terjadi di gardu stasiun kereta api Krasne," kata Kozytskyy.
Ia memastikan bahwa, "Unit Layanan Darurat Negara bekerja di lokasi kejadian dan memadamkan api."
Meski demikian, Kozytskyy belum dapat memberikan informasi terkait korban akibat insiden ini. Menurut Kozytskyy juga, salah satu rudal yang ditembakkan Rusia berhasil dicegat Komando Udara Barat angkatan udara Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2086 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun