Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Rusia Serukan Israel Palestina Damai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, ikut angkat bicara soal saling serang yang terjadi antar Israel dengan militan Palestina, Hamas. Lavrov menilai perlunya Israel dan Palestina segera mengakhiri pertempuran.
Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmad Aboul Gheit, Lavrov mengatakan, ada kebutuhan untuk mengakhiri pertempuran Israel-Palestina.
"Selain mengakhiri pertempuran dan menyelesaikan masalah banyaknya korban sipil yang tercatat, ada juga kebutuhan untuk memberikan perhatian khusus pada alasan mengapa tidak mungkin menyelesaikan masalah Palestina selama beberapa dekade," ujar Lavrov, seperti dilansir Tass, Senin (9/10).
Diplomat terkemuka Rusia ini berpendapat, meningkatnya ketegangan Israel-Palestina saat ini, membuktikan bahwa status quo yang ada di zona konflik tidak lagi dapat dipertahankan, dan memerlukan perubahan dalam agendanya.
"Kami berencana untuk membahas semua aspek kerja sama kami hari ini, termasuk pertemuan tingkat menteri yang akan datang antara Rusia dan anggota Liga Arab," kata Lavrov.
"Namun meningkatnya ketegangan Israel-Palestina saat ini, sekali lagi membuktikan bahwa status quo yang ada di zona konflik tidak ada gunanya. di masa depan, diperlukan beberapa perubahan dalam agenda," tambahnya.
Eskalasi Israel-Palestina
Israel mendapat serangan rudal dari Jalur Gaza pada Sabtu (7 Oktober 2023) waktu setempat. Secara bersamaan, beberapa kelompok militan menyusup ke negara Zionis tersebut, lalu terlibat dalam pertempuran dengan pasukan Israel.
Tentara Israel menyatakan kesiapan perang dan melancarkan tindakan pembalasan yang dijuluki Operation Iron Swords atau Operasi Pedang Besi. Kepala Biro Politik militan Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, menggambarkan operasi Palestina sebagai respons atas tindakan agresif otoritas Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengizinkan pemanggilan pasukan cadangan dan memerintahkan agar "situasi keamanan khusus" diperluas secara nasional.
Menurut data terakhir, sekitar 500 warga Palestina telah tewas sejak pecahnya ketegangan baru, sementara 2.700 orang menderita luka-luka. Di Israel, lebih dari 700 orang tewas dan lebih dari 2.200 orang terluka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4232 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1446 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 765 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun